KAMIS, 21 APRIL 2016
Jurnalis : Bobby / Editor : Rustam / Sumber Foto : Bobby
BALI – Menteri Koordinator Kemaritiman dan Sumber Daya, Rizal Ramli mengaku, cukup kecewa dengan jumlah kunjungan wisatawan ke Borobudur yang terbilang sedikit, hanya 300 ribu dalam setahun.

Rizal Ramli
“Sangat mengecewakan jumlah turis yang ke Borobudur satu tahunnya hanya 300 ribu orang. Kebanyakan hanya mau melihat heritage. Jadi, dia datang ke sana, lihat heritage, dua tiga jam kabur lagi,” kata Rizal saat menjadi narasumber dalam acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I Tahun 2016 Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) di Nusa Dua, Bali, Kamis (21/4).
Menurut dia, tempat sebagus Borobudur mestinya mampu menarik jumlah wisatawan lebih dari jumlah tersebut. “Bayangkan, ada tempat yang tidak sebagus Borobudur dan Prambanan, di Kamboja itu jumlah turisnya satu tahun 7,5 juta. Kok bisa Borobudur yang lebih monumental, yang lebih hebat hanya 300 ribu,” katanya.
Bagi Rizal, hal itu terjadi lantaran visi Borobudur tak jelas. “Visi Borobudur tidak jelas, hanya heritage. Sementara yang di Kamboja itu visinya religius tourism. Jadi orang datang ke sana, pada dasarnya adalah ibadah. Itulah mengapa turis kalau datang ke sana, itu menginap berhari-hari, bukan hanya tiga jam,” tegas dia.
Untuk itu, Rizal mengaku akan mengubah konsep visi Borobudur. Borobudur akan dikembangkan menjadi tourism religius. “Kalau orang Kristen sekali seumur hidup harus ke Yerussalem, orang Islam harus berkali-kali harus ke Mekkah atau Madinah, saya ingin, satu miliar orang Budha, minimal sekali seumur hidup harus ke Borobudur,” harap Rizal.
Borobudur, imbuhnya, harus ditata ulang. “Kalau mau religius tourism harus tenang, harus sakral, harus ada tempat untuk orang meditasi. Oleh karena itu kita akan rapikan kawasan itu,” sarannya.
Untuk menata Borobudur, Rizal mengaku telah mendapatkan lahan seluas 5 ribu hektar di kaki Bukit Manoreh dari Menteri Kehutanan. “Lokasinya itu tiga jam dari Borobudur. Nanti Borobudur yang terlalu padat kita rapikan, kita pindahkan penduduknya,” jelas dia.
Rizal menjelaskan, ada dua hal yang menjadi kompensasi bagi warga di sekitar Borobudur yang akan dipindahkan ke kaki Bukit Manoreh. “Pertama, rakyat yang dipindahkan harus dapat tanah dua kali dari yang mereka miliki sebelumnya. Kalau dulunya punya tanah satu hektar begitu dipindah dapat dua hektar,” katanya.
“Kedua, kami akan berikan saham secara kolektif kepada rakyat yang dipindahkan 3 persen, supaya mereka merasa memiliki dan mereka menjaga tempat itu,” tambah dia.
Tak hanya itu, Rizal juga mengaku akan mengembangkan akses infrastruktur menuju Borobudur. “Kita juga akan kembangkan akses road-nya. Kita akan kembangkan cruise ship. Jadi nanti kapal-kapal ke Semarang, sehingga jalannya ke Borobudur jadi lebih cepat,” ungkapnya.
Ia juga mengaku akan mempercepat pembangunan airport di Kulonprogo. “Kita tata akses road-nya, kita tata lingkungannya jadi green,” demikian Rizal Ramli.