Kapal Perang RI siap amankan KTT G20 di Nusa Dua Bali

JAKARTA, Cendana News – Perhelatan akbar Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 tinggal menghitung hari.

Sejumlah pemimpin dari 20 negara dengan ekonomi terbesar akan mengikuti KTT G20 di Nusa Dua Bali, pada 15-16 November 2022.

Dalam pertemuan KTT G20 itu mereka akan berembuk menyusun agenda bersama bagi kemaslahatan dunia.

Sebagai pemegang Presidensi 2022, Indonesia pun bertekad menyelenggarakan KTT yang sukses dan aman.

Segenap jajaran kekuatan negara disiapkan. Di ujung timur Jawa, Pemkab Banyuwangi bersama mitranya dari Polresta, Kodim, dan Pangkalan TNI-AL (Lanal), ikut serta mengamankan Selat Bali.

Jalur penyeberangan Pelabuhan Ketapang (Banyuwangi) ke Gilimanuk (Bali) adalah titik rawan yang perlu diamankan.

Di bawah koordinasi Bupati Banyuwangi, satuan-satuan dari Kodim, Lanal, Polresta, Basarnas, dan BPBD, bersiaga di dermaga Tanjungwangi, Ketapang.

‘’Banyuwangi siap bersinergi dan saling melengkapi dalam pengamanan KTT G20,” kata Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani dikutip dari laman indonesia.go.id, Rabu (2/11/2022).

Dia mengatakan hal itu usai latihan simulasi pengamanan dan simulasi operasi gabungan pembebasan sandera di perairan Selat Bali, di wilayah perairan Banyuwangi, Jawa Timur, pekan ini.

Latihan bersama melibatkan personel gabungan dari Kodim, Lanal, dan Satpolair. Dan, Kapal Patroli Rajegwesi memimpin operasi.

Selain itu juga kapal milik BPBD dan Basarnas, KPM Trisila Bakti, dan lainnya.

Hadir dalam latihan simulasi tersebut Danlanal Banyuwangi Letkol Ansori, Kapolresta Banyuwangi Kombes Deddy Foury Millewa, Dandim Banyuwangi Letkol Eko Julianto Ramadan, dan sejumlah undangan lainnya.

Danlanal Banyuwangi, Letkol Ansori bertindak sebagai komandan latihan, mengatakan bahwa latihan pengamanan Selat Bali ini bukan yang pertama.

Latihan pengamanan Selat Bali sudah biasa dilakukan dan semakin intensif menjelang KTT G20.

“Ini adalah bagian dari tanggap darurat, antisipasi jika keadaan laut tidak aman,” ungkap Danlanal Banyuwangi.

Perintah latihan juga datang dari Markas Besar Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI-AL), dan untuk semua satuan yang berada  di wilayah penyangga Bali.

Di situ  ada dua Pangkalan Utama TNI-AL (Lantamal) yang terlibat langsung, yakni Lantamal V Surabaya dan Lantamal VII Kupang.

Adapun Lanal yang secara resmi dilibatkan ialah Lanal Banyuwangi, Lanal Denpasar, Lanal Mataram, dan Lanal Labuan Bajo.

“Semua sudah dibuatkan script timetable. Isinya siapa berbuat apa, bertugas di mana, dan kapan saja dalam mengamankan KTT G20 di Bali,” tutur Letkol Ansori.

Latihan penangkapan para pembajak itu merupakan rangkaian pelaksanaan tactical floor game (TFG) pengamanan perairan Selat Bali dalam persiapan pengamanan KTT G20 di Bali.

Lanal Banyuwangi sebagai pangkalan pendukung serta unit terendah dan terdepan diperintahkan melakukan latihan operasi pengamanan, dengan dukungan para stakeholders laut. Mulai dari Satpolairud, Basarnas, Kodim Banyuwangi, Polresta Banyuwangi, dan Kantor Syahbandar (KSOP) Tanjung Wangi.

Pengamanan wilayah laut untuk menjaga KTT G20 nantinya akan dilakukan dalam skala besar, yang dikendalikan oleh satuan tugas laut di bawah Panglima Armada II.

Latihan pengamanan berikutnya akan melibatkan 12 kapal perang RI (KRI), dari berbagai jenis, yang didukung oleh 2.400 personel TNI-AL.

Sesuai pemetaan zona rawan, kapal-kapal perang itu akan menjaga area perairan di lepas pantai Semenanjung Benoa yang di dalamnya ada kawasan Nusa Dua.

Ada tim tambahan penguatan oleh satuan elite Komando Pasukan Katak (Kopaska), Satgas Udara, serta pelibatan tiga pangkalan pendukung langsung, yaitu Lanal Denpasar, Lanal Mataram, serta  Lanal Banyuwangi.

”TFG yang kita lakukan ini baru bagian kecil dari satuan tugas pengamanan laut dalam rangka G20 yang lebih besar,” jelas Ansori.

Danlanal Banyuwangi itu menambahkan pula, pelaksanaan TFG bertujuan memberikan gambaran atau bayangan kepada personel yang terlibat dalam latihan yang sebenarnya.

Lihat juga...