Peti Kemas Menumpuk Depan Pelabuhan Laurentius Say

RABU, 27 APRIL 2016
MAUMERE – Peti kemas berukuran 20 feet dan 40 feet menumpuk tidak beraturan di pintu masuk Pelabuhan Laurens Say, Maumere. Pihak Pelindo III sudah berjanji akan melakukan penataan alur penumpukan peti kemas. 


Hal itu ditegaskan General Manager Pelindo III Cabang Maumere,Ardhy Wahyu Basuki  saat ditemui Cendana News, Rabu  (27/4/2016). 
Ardhy mengakui,  jika dilihat sepintas area pelabuhan Laurens Say  sempit, namun jika ditata dengan baik, sebenarnya lahannya masih mencukupi kebutuhan peti kemas yang ada di pelabuhan ini.
“Menurut saya pelabuhan Laurens Say sebenarnya masih cukup. 
Namun bila bicara tentang penataan pelabuhan, tidak bisa bicara satu instansi saja. Ada keterlibatan KSOP, perusahaan pelayaran, pengusaha/ pemilik barang, Pemda Sikka, dan PT Pelindo sehingga semua pihak harus bekerjasama,” ujarnya.
Saat disinggung mengenai pelabuhan baru di sisi barat yang belum rampung pembangunannya dan belum difungsikan.  Ardhy mengatakan, pelabuhan yang pembangunannya dimulai sejak tahun 2013 tersebut dibangun oleh Dirjen Perhubungan Laut Kementrian Perhubungan RI dan masih berada dibawah kewenangan KSOP Laurens Say.
Pihak Pelindo, beber Ardhy, sudah mengajukan permohonan kepada kementerian Perhubungan untuk dikerjasamakan dengan Pelindo Maumere dan semua persyaratannya sedang diurus. Pembangunannya pun sebut Ardhy belum selesai sehingga prosesnya masih berlangsung. 
“Kebutuhan lahan untuk pelabuhan sudah mendesak dan kita sedang proses kerjasama pengoperasian lahan pelabuhan. Harapan saya dalam waktu dekat kerjasamanya sudah ada,” ungkapnya.
Saat ditanya Cendana News terkait  rencana pengembangan pelabuhan peti kemas, Ardhy menjawab, pihaknya berpegang pada Rencana Induk Pelabuhan yang saat ini sedang menunggu untuk mendapatkan pengesahan dari Menteri Perhubungan. 
Sedangkan pada saat ini Pelindo mempunyai program untuk melakukan komputerisasi arus barang masuk dan keluar melalui program ERP (Enterprise Resource Planning). 
Waktu penumpukan barang di pelabuhan Laurentius Say,  ungkap Ardhy,  masih relatif lama. Ini  dipengaruhi banyak faktor, salah satunya adalah karena para pengusaha hampir semua tidak memiliki gudang penyimpanan atau depo peti kemas yang memadai di luar pelabuhan.
“Kami dari pihak Pelindo tidak mempunyai hak memaksa atau mengusir peti kemas keluar dari pelabuhan, kami cuma menyiapkan fasilitas dan melakukan penataan,” paparnya.
Tahun 2015 beber Ardhy, tercatat total peti kemas yang masuk ke pelabuhan Laurens Say sebanyak 18.901 TEUs.
Jumlah ini meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya sebesar 18.482 TEUs. Pertumbuhannya kata Ardhy berkisar antara 2 sampai 4 persen setiap tahunnya.
 “Hal ini menunjukkan tren peningkatan juga terjadi di pelabuhan-pelabuhan kecil. Pengangkutan barang menggunakan peti kemas  lebih efisien, sehingga harga komoditas bisa ditekan.,” tegas Ardhy.
Komoditas barang yang masuk dan dibongkar di Pelabuhan Laurens Say mayoritas berisi sembako. Sedangkan hasil produk yang dimuat dan dikirim ke luar daerah, kebanyakan hasil bumi seperti kakao, kemiri, kacang mente, pisang, kopra dan hasil laut seperti ikan segar.
Pada tahun 2016 jelas Ardhy, terjadi peningkatan untuk petikemas ukuran 40 feet, sedangkan peti kemas berukuran 10 feet sudah hampir tidak ada dan mayoritas petikemas yang masuk / keluar dari pelabuhan Laurentius Say rata-rata berukuran 20 feet.
“Jika arus barang lancar maka efeknya barang kebutuhan masyarakat akan semakin murah. Saya contohkan saja, saat ini untuk harga barang elektronik disini tidak jauh berbeda dengan di Surabaya,” sebutnya.
Dermaga untuk kapal penumpang dan petikemas di pelabuhan Laurentius Say, kata Ardhy, masih tercampur dan ini sangat mengganggu keselamatan.
Saat aktifitas bongkar muat peti kemas, harus tidak boleh ada orang atau penumpang yang hilir mudik di sekitarnya.
Tahun 2016 tutur Ardhy, akan dilakukan pembangunan terminal penumpang baru di sisi timur pelabuhan Laurentius Say Maumere.
Pembangunannya sambung Ardhy, akan dilaksanakan sekitar triwulan ketiga atau keempat, yang akan dilanjutkan dengan pembangunan dermaga untuk kapal penumpang.
Pelindo III tak hanya mendirikan sejumlah terminal logistik modern, namun juga melakukan pembangunan terminal penumpang guna meningkatkan pelayanan dan kenyamanan penumpang kapal laut.
Terminal tersebut ungkap Ardhy, merupakan infrastruktur transportasi vital bagi masyarakat di kawasan kepulauan dan untuk lebih menghargai penumpang kapal laut.
“Ini sebagai bentuk pelayanan kami ke masyarakat sekaligus menata pelabuhan Laurens Say agar bisa lebih tertata dan dari aspek keselematan lebih terjamin,” ungkapnya.(Ebed de Rosary)
Lihat juga...