Petani di Lombok Gagal Panen, Distan NTB Anggap Tidak Parah

SENIN, 19 APRIL 2016
Jurnalis : Turmuzi / Editor : Rustam / Sumber Foto : Turmuzi
MATARAM – Petani Nusa Tenggara Barat (NTB), khususnya di Pulau Lombok bagian selatan saat ini mengalami penderitaan. Tanaman padi mereka tidak dapat dipanen, karena terserang hama wereng. 
Kondisi tanaman padi  milik petani Desa Kateng, Kabupaten Lombok yang gagal panen
Keluhan gagal panen atau lasim disebut fuso, ternyata tidak diakui Dinas Pertanian (Distan) Provinsi NTB. Diduga pegawai Distan setempat tidak melakukan monitoring di areal persawahan petani, sehingga keluhan petani tidak diketahui.
Distan NTB berdalih belum menerima laporan resmi dari Distan kabupaten dan kota.  ” Kami belum menerima laporan dari Distan Kabupaten dan Kota tentang kasus gagal panen, karena itu kalau belum ada laporan,  kasus gagal panen karena puso tidak ada,” kata kadistan NTB, Husnul Fauzi di Mataram, Selasa (19/4).
Fauzi mengaku, sudah pernah turun melakukan pengecekan di lapangan. Hanya fuso yang dialami petani tidak sampai separah sebagaimana yang banyak diberitakan media.
Meski demikian, kalaupun ditemukan petani mengalami puso, luasan lahan dan jumlahnya masih kecil. Masih  di bawah 54 persen.
“Yang jelas kalau luasan lahan yang mengalami puso masih di bawah 100 persen, maka tidak akan berpengaruh signifikan terhadap hasil panen dan produksi gabah petani tahun ini,” ungkapnya
Lebih lanjut Fauzi menambahkan, Distan NTB sampai sekarang terus melakukan pemantauan. Kalaupun nanti ada laporan gagal tanam ataupun gagal panen, akan ada penggantian bibit dari pemerintah. 
Distan NTB sepertinya tidak memperhatikan kelangsungan hidup petani, terutama yang mengalami gagal panen padi sawah. Penggantian bibit yang mengalami fuso, bukan solusi paling tepat. Sebab dalam mengolah lahan sawah, petani tidak hanya membutuhkan beni, tapi butuh biaya pengolahan, perlu pupuk dan biaya racun pembasmi hama.
Lihat juga...