Pengelolaan Blok Masela, SDM MBD-MTB Harus Ditingkatkan

KAMIS, 21 APRIL 2016
Jurnalis : Samad Vanath Sallatalohy / Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto: Samad Vanath Sallatalohy 

AMBON — Keputusan Pemerintah RI yang dalam pengelolaan atau pembangunan kilas gas  Blok Masela di darat, direspon positif oleh masyarakat dan tokoh di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) dan juga Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB).
Pulau Lakor Kabupaten Maluku Barat Daya
Kepada Cendana News di Ambon Kamis (21/4/2016), salah satu Tokoh Masyarakat kabupaten MTB, Yusup Silety SH MH juga putra asal desa Arma, Kecamatan Nirunmas menegaskan, saat ini SDM anak muda Bumi berjuluk Duan Lolat (MTB) sangat lemah.
Akibatnya, selama ini generasi muda setempat sulit ketika terjun dalam dunia usaha, apalagi berperan aktif untuk membantu pemerintah membangun Blok Masela tersebut.
“Semua masyarakat ingin berusaha dan hidup layak. Tapi tidak gampang. Sudah saatnya dengan SDA gas abadi Blok Masela, maka pemerintah wajib meningkatkan SDM khususnya lagi generasi muda MTB dan MBD,” tegasnya.
Menurut Yusup, menghadapi pembangunan gas abadi yang direncanakan berlansung pada 2018 mendatang, menjadi tanggung jawab pemerintah untuk lebih memperhatikan persoalan sosial kemasyarakatan, sehingga kedepan mata rantai kemiskinan di wilayah tersebut bisa diminimalisir.
“Agar kemiskinan di MTB dan MBD itu bisa putus atau dapat kita cegah, maka masyarakat dalam artian generasi muda kita, wajib mendapatkan pendidikan yang layak. Jujur saja SDM kita masih sangat jauh dengan daerah lainnya di Indonesia,” tandasnya.
Jika generasi MTB dan MBD sudah siap dalam SDM, maka mereka bukan hanya berkompetisi mencari kerja tapi sebaliknya dapat menciptakan lapangan pekerjaan sendiri.
“Kami iri dengan masyarakat lain di Indonesia. Padahal SDA kita melimpah. Bukan hanya Blok Masela, tapi kita memiliki kekayaan alam lainnya. Tapi, apa yang kita rasakan selama ini sangat berbeda jauh. Sudah saatnya pemerintah melihat kami,” harapnya.
Lihat juga...