SENIN, 11 APRIL 2016
Jurnalis: Zulfikar Husein / Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber foto: Zulfikar Husein
ACEH — Limpahan dana otonomi khusus (Otsus) yang dimiliki Aceh dinilai belum mampu dimanfaatkan untuk pembangunan secara merata. Sejumlah wilayah, terutama di daerah pedalaman, pembangunan dianggap belum merata sama sekali.
![]() |
| Ketua KNPI Kecamatan Pirak Timu, T. Faizal Razi |
“Dana Otsus sudah triliunan, tapi pembangunan sama sekali belum merata. Contohnya kami yang dipedalaman, jalan menuju ke daerah kami bisa dibilang tidak layak, berbatu dan berdebu,” ujar Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kecamatan Pirak Timu, Aceh Utara, T. Faizal Razi kepada Cendana News, Senin (11/4/2016).
Bukan hanya soal infrastruktur, Faisal menambahkan, daerah pedalaman seperti Kecamatan Pirak Timu tersebut juga minim pendidikan. Daerah pedalaman tersebut dianggap cukup tertinggal dalam hal pendidikan dibandingkan sejumlah daerah lain di wilayah perkotaan.
Menurut Faisal, selama ini pemerintah terkesan tebang pilih dalam usaha melakukan pembangunan. Selain itu, dana Otsus yang sudah digunakan oleh Pemerintah Aceh selama ini tidak tepat. Banyak bangunan yang terbengkalai setelah dibangun dengan dana Otsus tersebut.
“Untuk membangun jembatan penguhubung ke kecamatan kami saja pemerintah tidak mau memplotkannya. Padahal banyak bangunan, gedung yang dibangun dengan dana Otsus Aceh, terbengkalai setelah dibangun,” kata Faisal.
Ia berharap, kedepan pemerintah mulai merubah arah pembangunan, terutama pembangunan infrastruktur. Kata Faisal, membangun daerah pedalaman juga begitu penting untuk menunjang pendidikan dan perekonomian warga.
“Daerah pedalaman harus dibangun, banyak anak-anak disini butuh pendidikan yang lebih bagus, jalan yang bagus, punya infrastruktur yang cukup dan memadai, karena itu bisa membuat kondisi perekonomian rakyat bangkit, kemudian anak-anak di kawasan pedalaman bisa mewujudkan mimpi dan cita-citanya,” pungkas Faisal.