JUMAT, 1 APRIL 2016
Jurnalis : Koko Triarko / Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber Foto: Koko Triarko
YOGYAKARTA — Di tangan orang kreatif, sampah plastik bekas kemasan beragam makanan, sabun dan sejenisnya bisa dijadikan berbagai produk unik dan fungsional, seperti tas, topi, dan dompet serta lainnya. Sebagaimana bisa ditemui di sebuah toko yang diberi nama butik daur ulang, di kawasan Jalan Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta.
![]() |
| Salah satu hasil kerajinan dari sampah plastik |
Dari nama butiknya, daur ulang, semua produk yang ditawarkan di butik tersebut terbuat dari bahan bekas alias sampah. Namun, kendati dibuat dari bekas plastik kemasan beragam makanan dan sejenisnya, tas atau dompet buatan Hijrah Purnama Putra, sangat unik dan memikat. Beragam tas untuk pria dan wanita dibuat dan dijualnya dengan harga murah.
Membuat kerajinan sampah plastik yang dilakukan Hijrah, bermula dari rasa prihatin demi melihat begitu banyak sampah plastik di Yogyakarta. Keprihatinan itu dirasakan Hijrah sejak tahun 2008, ketika ia masih duduk di bangku kuliah. Sejak itu pula, Hijrah mengumpulkan berbagai plastik bekas kemasan makanan, sabun, susu dan sebagainya. Baru pada tahun 2010, mendapatkan ide dan memulai membuat kerajinan unik berbahan plastik bekas kemasan itu. Tak hanya dari plastik bekas kemasan, Hijrah juga memanfaatkan botol-botol bekas minuman ringan.
Dengan kreatifitas dan ketekunan, pun beragam benda fungsional dan bernilai jual akhirnya bisa dihasilkan. Bahkan, corak bawaan dari label yang ada pada plastik bekas kemasan, justru memberi aksen yang menarik dan khas. Hijrah pun kemudian membuat butik khusus untuk memasarkan kerajinan sampah plastik buatannya itu di kawasan Jalan Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta.
Ditemui Kamis (31/3/2016), Manager Operasional Butik Daur Ulang, Taufik Hidayat mengatakan, dalam memproduksi berbagai kerajinan sampah plastik, pihaknya dibantu oleh 14 orang karyawan. Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan bahan baku berupa sampah plastik bekas kemasan, pihaknya sudah bekerja sama dengan ibu-ibu PKK dan Karang Taruna desa setempat.
![]() |
| Taufik Hidayat, Manager Operasional Butik Daur Ulang |
Sedangkan untuk harga jualnya sangat terjangkau. Ada pun pemasarannya melalui online dan ofline, dan telah merambah sampai ke luar Jawa. Bahkan, juga sampai ke negeri seberang antara lain Thailand dan Vietnam.
“Butik daur ulang ini bukan semata ingin menghasilkan produk bernilai jual, namun lebih kepada upaya memberikan kesadaran masyarakat untuk mengelola sampah”, pungkasnya.
