Menyongsong Festival Teluk Maumere, Pemkab Sikka Gelar Lomba Mancing

JUMAT, 1 APRIL 2016
Jurnalis: Ebed De Rosary / Editor: ME. Bijo Dirajo / Sumber foto : Ebed De Rosary

MAUMERE – Menyongsong Tour de Flores dan Festival Teluk Maumere, pemerintah Kabupaten Sikka menggelar lomba mancing untuk berbagai kalangan pada Sabtu (2/4/2016).
TPI Alok titik awal start lomba mancing di teluk Maumere
Bupati Sikka, Yoseph Ansar Rera menyebutkan, lomba mancing ini baru pertama diadakan di kabupaten Sikka sehingga belum banyak yang mengetahuinya. Pihaknya berharap acara ini dipromosikan sehingga bisa diketahui khalayak .
“Memang kita targetkan 150 peserta namun sudah terdaftar sebanyak 60 peserta. Ini merupakan terobosan awal agar timbul kepdulian dan rasa memiliki di masyarakat,” tuturnya.
Festival Teluk Maumere dengan serangkaian kegiatan yang dilakukan sejak bulan April hingga Mei 2016 bertujuan untuk mengajak masyarakat mencintai laut. Masyarakat harus memiliki kepedulian untuk menjaga ekosistem dan lingkungan sehingga keindahan dan keasriannya tetap terjaga.
“Dengan adanya lomba mancing ini diharapkan bisa mendapat apresiasi dari masyarakat sehingga bisa mempromosikan pariwisata di Sikka dan dapat menggerakkan ekonomi masyarakat,” harap Ansar.
Kegiatan lomba mancing dibagi dalam 5 kelas, yakni kelas ikan terberat, kelas terberat khusus ikan dasar, kelas ikan terbanyak yang didapat, kelas jenis ikan Marlin,Blue Fish,Tuna dan lainnya serta terakhir kelas khusus nelayan tradisional yang memancing menggunakan alat tangkap sederhana.
Lomba mancing ini merebut total hadiah sebesar 75 juta rupiah dan mengambil tempat di Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Alok Maumere. Kegiatan mancingnya berlangsung sejak jam 06.00 Wita dan berakhir pukul 17.30 Wita. 
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sikka,  Kensius Didimus dalam kesempatan tersebut menjelaskan, lokasi mancing dilakukan di perairan laut Flores di wilayah pantai utara kabupaten Sikka. Lokasi membentang sepanjang sekitar 15 kilometer sejak dari perairan di Geliting di timur kota Maumere hingga pantai Kajuwulu di bagian barat.
“Setiap peserta mancing bebas menggunakan alat pancing baik modern maupun tradisional. Untuk keselamatan, setiap peserta akan disiapkan pelampung,” ungkap Kensius.
Kensius menambahkan, standar ikan hasil tangkapan peserta yang akan dinilai minimal beratnya 1,5 kilogram satu ekornya.
Lihat juga...