Laskar PPP DI Yogyakarta Tolak Hasil Muktamar Jakarta

KAMIS, 14 APRIL 2016
Jurnalis : Koko Triarko / Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber Foto: Koko Triarko 

YOGYAKARTA — Laskar akar rumput Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Kantor DPC PPP Kota Yogyakarta, menggelar pernyataan sikap menolak hasil Muktamar Jakarta yang baru saja usai beberapa waktu lalu. Laskar PPP DIY beranggapan, muktamar yang kembali mengukuhkan Muhammad Romahurmuziy, tidak sah dan melawan hukum sebagaimana telah diputuskan oleh Mahkamah Agung.
Perwakilan Laskar PPP DIY, Farid Wadji
Muktamar VIII PPP yang berlangsung di Asrama Haji Pondok Gede, sedianya diharapkan bisa menjadi muktamar islah bagi kedua kubu, Djan Farid dan Romahurmuziy. Namun, faktanya muktamar itu tak juga menyelesaikan perselisihan internal di tubuh partai berlambang ka’bah tersebut, yang telah berlangsung setahun ini. Laskar PPP DIY, serta-merta menyatakan sikap, menolak hasil muktamar yang kembali mengukuhkan Romahurmuziy sebagai Ketua Umum PPP periode 2016-2020 secara aklamasi.
Perwakilan Laskar PPP DIY, Farid Wadji mengatakan, pihaknya akan mengadakan aksi massa berupa tabligh di Lapangan Mlati, Sleman, pada 17 April 2016, dan bersama-sama menyatakan penolakan terhadap Muktamar VIII di Jakarta yang kembali memenangkan Romahurmuziy. 
“Kami menganggap, mereka tidak patuh pada keputusan hukum yang telah dikeluarkan oleh Mahkamah Agung yang telah membatalkan kepengurusan partai kubu Romahur”, ungkap Farid.
Untuk itu, lanjut Farid, pihaknya bersama laskar akar rumput tetap bersikeras menolak keputusan muktamar, dan meminta agar kawan-kawan di DPP mendengar aspirasi akar rumput. Farid menegaskan, pihaknya tak berpihak kepada siapa pun, melainkan hanya ingin agar semua berjalan sesuai aturan dan terbuka.
Farid mengklaim, aksi pernyataan penolakan terhadap hasil muktamar dalam sebuah aksi massa tabligh, akan diikuti ribuan massa akar rumput Laskar PPP DIY dan Jawa Tengah. Sejauh ini pun, katanya, beberapa daerah juga menolak hasil muktamar itu, seperti Sulawesi Utara dan sebagain besar Jawa Tengah dan Jawa Timur.
 “Aksi kami ini juga didukung oleh Djan Farid, yang dijadwalkan akan hadir dalam tabligh tersebut. Tentu juga sejumlah tokoh lain dari Yogyakarta seperti Sukri Fadholi dan Mudrik dari Solo, Jawa Tengah. Harapannya, dengan aksi ini mereka akan mendengar suara akar rumput”. pungkasnya.
Lihat juga...