JUMAT, 22 APRIL 2016
Jurnalis : Henk Widi / Editor : Rustam / Sumber Foto : Henk Widi
LAMPUNG – Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 03, Penengahan Kodim 0421, Lampung Selatan, memberikan pendampingan dan pengawasan terhadap kelompok tani, terutama yang masuk dalam program optimasi, mulai dari tahap pengolahan tanah, cara tanam, perawatan, pengamatan hama dan pemupukan.

Anggota Babinsa mendistribusikan beni ke petani
Babinsa selalu mendampingi program sukseskkan upaya khusus penanaman padi, jagung dan kedelai (Upsus Pajalele). Babinsa yang diterjunkan, bahkan membantu dalam pengerjaan, supaya anjuran atau teori yang diberikan dalam penanaman padi, jagung dan kedelai (betul-betul diterapkan sehingga mendapat hasil pertanian yang maksimal.
Upaya yang dilakukan Koramil Penengahan, diantaranya dengan melakukan pengawasan distribusi bantuan bibit jagung yang dilakukan oleh PT Pacifik, salah satu produsen penyedia bibit jagung bermutu. Bibit jagung yang diberikan kepada petani jagung yang tergabung dalam beberapa kelompok tani mencapai 3 ton lebih.
“Babinsa Koramil selama ini memberikan pendampingan kepada para petani padi dan jagung. Hari ini kita terlibat dalam pendistribusian bibit jagung ke sejumlah desa di Penengahan,” ungkap Koptu Sudarwanto mendampingi Danramil Penengahan, Kapten Sukandi, Jumat (21/4).
Menurut Koptu Sudarwanto berdasarkan data kelompok tani yang memperoleh bantuan bibit jagung, diantaranya beberapa desa di Kecamatan Penengahan yang merupakan wilayah di Koramil Penengahan.
Penerima bantuan bibit jagung, meliputi Desa Rawi dengan jumlah kelompok petani 4 kelompok dan jatah bibit yang diberikan sebanyak 1.425 kilogram untuk lahan seluas 95 hektar.
Sementara itu desa lain yang berada di bawah kaki Gunung Rajabasa penerima bantuan bibit jagung, yaikni Desa Padan Kecamatan Penengahan dengan jumlah penerima bantuan sebanyak 3 kelompok tani, dengan jumlah bibit jagung sebanyak 1.050 kilogram, untuk lahan seluas 70 hektar.
Kemudian Desa Kekiling, Kecamatan Penengahan dengan jumlah kelompok tani 1 kelompok, total bibit yang diberikan sebanyak 300 kilogram untuk luas lahan 20 hektar. Desa Tetaan dengan jumlah kelompok tani sebanyak 3 kelompok dan jumlah bibit jagung sebanyak 975 kilogram untuk lahan seluas 65 hektar.

Benih yang sudah siap didistribusikan kepada kelompok tani
“Bibit yang dikemas dalam satu kardus dan masing masing memiliki ukuran lima kilogram, akan dibagikan kepada setiap anggota kelompok tani untuk ditanam pada masa tanam jagung bulan ini,” ungkap Sudarwanto.
Selain pemberian bantuan bibit jagung, Sudarwanto menjelaskan, sebelumnya para petani di beberapa kelompok tani juga memperoleh bantuan bibit padi.
Program optimasi dalam Upsus Pajale merupakan percontohan atau pembelajaran program yang dicanangkan pemerintah.
“Saat ini agar para petani mau menggarap sawah dan ladang sesuai dengan teori atau pertanian modern, maka masih perlu pendampingan dan bantuan seperti bibit, pupuk, alsintan untuk merangsang para petani mau menggrap lahan pertanianya,” jelas Sudarwanto.
Diharapkan petani mendapatkan hasil yang maksimal, dan harapan kedepannya tanpa pendampingan para petani akan sadar dengan sendirinya untuk memanfatkan lahan dengan sebaik-baiknya.
Salah satu tekhnik upaya memperoleh hasil maksimal pertanian jagung diantaranya dengan metode penjarangan tanaman. Sebab dengan penjarangan maka dapat ditentukan jumlah tanaman per lubang sesuai dengan yang dikehendaki.
Apabila dalam 1 lubang tumbuh 3 tanaman, sedangkan yang dikehendaki hanya 2 atau 1, maka tanaman tersebut harus dikurangi.
Tanaman yang tumbuhnya paling tidak baik, dipotong dengan pisau atau gunting yang tajam tepat di atas permukaan tanah. Pencabutan tanaman secara langsung tidak boleh dilakukan, karena akan melukai akar tanaman lain yang akan dibiarkan tumbuh. Penyulaman bertujuan untuk mengganti benih yang tidak tumbuh atau mati.
Kegiatan ini dilakukan 7-10 hari sesudah tanam. Jumlah dan jenis benih serta perlakuan dalam penyulaman sama dengan sewaktu penanaman. Penyulaman hendaknya menggunakan benih dari jenis yang sama. Waktu penyulaman paling lambat dua minggu setelah tanam.
“Selain itu wajib dilakukan penyiangan untuk membersihkan lahan dari tanaman pengganggu. Penyiangan dilakukan dua minggu sekali agar lahan bersih,” ungkapnya.
Penyiangan pada tanaman jagung yang masih muda biasanya dengan tangan atau cangkul kecil, garpu dan sebagainya. Selain langkah langkah tersebut petani jagung juga harus rajin melakukan pembubunan, pemupukan, pengairan dan penyiraman, penyemprotan pestisida.
Khusus penggunaan pestisida, hanya diperkenankan setelah terlihat adanya hama yang dapat membahayakan proses produksi jagung. Adapun pestisida yang digunakan yaitu pestisida yang dipakai untuk mengendalikan ulat.
Pelaksanaan penyemprotan hendaknya memperlihatkan kelestarian musuh alami dan tingkat populasi hama yang menyerang, sehingga perlakuan ini akan lebih efisien.
Selain pendampingan petani jagung, para Babinsa saat ini mulai melakukan kerja keras melakukan pendampingan petani padi, mulai dari percepatan masa tanam hingga masa panen. Saat masa panen pun para Babinsa menjalankan upaya penyerapan gabah (sergab) petani untuk dijual ke Bulog wilayah setempat, agar penyerapan padi tidak banyak keluar wilayah Lampung.
“Sesuai instruksi Dandim upaya sergab gabah petani harus kita lakukan karena sudah menjadi kesepakatan antara bulog dan seluruh Kodim,” ungkapnya.