GSK Beri Pelatihan Edukasi Antisipasi DBD kepada Ibu PKK

JUMAT, 22 APRIL 2016
Jurnalis : Charoline Pebrianti / Editor : Rustam / Sumber Foto : Charoline Pebrianti

SURABAYA – Glaxo Smith Kline, sebuah organisasi Consumer Healthcare bekerjasama dengan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), menggelar gerakan Bersama Melawan Demam Berdarah, dengan cara memberikan pengetahuan kepada ibu Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK)  Surabaya, tentang nyamuk Aides Aigepty  hanya menyerang saat siang hari.

Medical Advisor GSK Consumer Healthcare Indonesia, dr. Ferawati Lie menjelaskan,  gerakan ini sudah diluncurkan tahun 2016 ini dan akan terus berkelanjutan.
“Nantinya setelah ibu-ibu perwakilan yang datang digerakan ini bisa menularkan ilmunya minimal ke-10 ibu-ibu lainnya,”  jelasnya saat ditemui di Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Tambaksari Surabaya, Provinsi Jawa Timur (Jatim), Jumat (22/4).
Organisasi Consumer Healthcare memberikan pengetahuan tentang bahaya nyamuk Aides Aigpety, setelah melihat hujan yang mulai turun saat ini.  Selain itu, adanya data yang dirilis  Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyebutkan,  bahwa pada tahun 2014 terdapat 71.688 kasus demam berdarah dengan 641 kasus kematian.
Gerakan Bersama Melawan Demam Berdarah hanya dilakukan di kota besar Indonesia, yaitu  Surabaya, Yogyakarta dan Jakarta. Ketiga kota besar ini dipilih karena dinilai cukup sebagai Pilot Project diseluruh Indonesia.
Sementara itu, dr. Dominicus Husada perwakilan dari IDAI  cabang Surabaya, menjelaskan,   nyamuk Aides Aigepty hanya menyerang saat siang hari terutama pada pukul 10.00 – 16.00 WIB. “Kalau malam hari tidak ada nyamuk DBD,” ujarnya.
Selain itu, Dominicus menyarankan masyarakat agar selalu menguras kamar mandi maksimal satu minggu sekali. Kemudian membersihkan  gantungan baju yang diluar lemari,  karena itu bisa jadi sarang nyamuk dan membuang air yang berada di kaleng bekas. “Juga menekan pertumbuhan jentik nyamuk baik dengan ikan atau dengan obat abate,” pungkasnya.
Lihat juga...