Kaum Bapak di Aceh Utara Ditantang dalam Lomba Menidurkan Bayi

KAMIS, 21 APRIL 2016
Jurnalis: Zulfikar Husein / Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber foto: Zulfikar Husein

ACEH — Majelis Adat Aceh (MAA) Kabupaten Aceh Utara Provinsi Aceh, mengadakan lomba Peuratep Aneuk atau lomba menidurkan bayi, Rabu dan Kamis, 20 dan 21 April 2016. Uniknya, lomba itu bukan diikuti oleh ibu-ibu, namun  justru diadakan untuk para bapak-bapak.
Lomba Peuratep Aneuk (Menidurkan bayi) di Lhokseumawe, Aceh
Peserta dalam kegiatan tersebut terdiri dari para kepala Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK), kepala bagian, serta para camat di Aceh Utara. Namun, dari sekitar 70 peserta yang diundang, hanya 11 peserta yang berani ikut kontes mengganti ibu tersebut.
Ketua MAA Aceh Utara, Amirullah kepada Cendana News mengatakan, kegiatan tersebut merupakan salah satu bagian dari usaha MAA melestarikan budaya Aceh. Menurutnya, selama ini sejumlah budaya Aceh mulai pudar, salah satunya adalah tradisi ‘Do Da Idi’ dalam menidurkan si buah hati.
“Usaha unt menggali budaya Aceh yang sudah mulai terlupakan baik disenagaja atau tidak, itu tampak. Banyak orang Aceh terutama yang lahir di era modern hampir tidak tahu lagi budaya Aceh seperti budaya Peuratep Aneuk,” ujar Amirullah, Kamis (21/4/2016).
Budaya tersebut kata Amirullah, diadopsi sejak zaman Nabi Muhammad dulu. Syair-syair Arab yang dipadukan dengan syair dalam bahasa Aceh menjadi ciri khas budaya tersebut. Itupula yang kemudian mencirikan hubungan Islam dengan Aceh begitu dekat.
“Ini adalah ilmu menidurkan anak yang sudah ada sejak zaman nabi, menggunakan bahasa Arab dan Aceh, makanya Islam dengan Aceh itu sangat erat. Mari kita angkat lagi budaya yang sudah lama tidak terdengar lagi,” katanya.
Selain lomba Peuratep Aneuk Do Da Idi, lomba lain yang digelar adalah karya tulis ilmiah tentang budaya Aceh. Untuk karya ilmiah, pesertanya merupakan siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) yang ada di Aceh Utara.
Lihat juga...