KAMIS, 28 APRIL 2016
ACEH — Harga kelapa parut di pasar tradisional Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh, dalam sepekan terakhir melonjak naik. Kenaikan itu dipicu kurangnya pasokan produksi kelapa dari petani ke pasaran.

“Sudah seminggu ini harganya naik. Untuk kelapa berukuran besar kami jual Rp.2.500 satu biji, sedang kelapa ukuran biasa Rp. 2.000 satu biji,” ujar Saiful, salah seorang pedagang kelapa di pasar tradisional Pusong, Lhokseumawe, kepada Cendana News, Kamis (28/4/2016).
Saiful mengaku, tidak tahu pasti penyebab kenaikan harga kelapa.
“Sepertinya pasokan kurang, sementara permintaan pembeli meningkat,” katanya.
Biasanya, lanjut Saiful, harga kelapa melonjak naik saat memasuki bulan maulid, tahun baru atau menjelang bulan suci ramadan. Namun katanya, alasan bulan Ramadan masih belum tepat, karena bulan suci masih lama, sekitar satu bulan lebih lagi.
Kelapa selama ini, kata Saiful, dipasok dari sejumlah daerah di Aceh Utara dan Kabupaten Bireuen, Aceh.
Selain untuk Lhokseumawe dan sekitarnya, kelapa dari Aceh, kata Saiful juga sering dijual ke luar Aceh, seperti ke Kota Medan, Sumatera Utara hingga ke Pulau Jawa. (Zulfikar Husein)