RABU, 27 APRIL 2016
BALIKPAPAN — Untuk mengatasi ketersediaan air bersih bagi warga Balikpapan, Pemerintah membutuhkan waktu yang cukup panjang yakni 14 tahun ke depan. Hal tersebut dikarenakan empat proyek untuk mengatasi ketersediaan air baku sedang dikerjakan.
![]() |
| Waduk Manggar sumber penyuplai air andalan kota Balikpapan |
Sekretaris Daerah Kota Balikpapan, Sayid MN Fadli menjelaskan, pihaknya membutuhkan waktu yang cukup panjang untuk merealisasikan empat proyek tersebut yakni pembangunan Waduk Manggar, Waduk Tritip, Waduk Sungai Wain dan Embung Aji Raden.
“Ke empat proyek itu sedang dikebut. Perlu waktu 14 tahun untuk warga kota balikpapan agar tidak mengalami permasalahan air,” katanya Rabu (27/4).
Ia menuturkan, perluasan waduk Manggar telah dilakukan hingga kapasitasnya mencapai 16 juta meter kubik. Selanjutnya, waduk Teritip akan mulai diisi airnya pada bulan Agustus atau September tahun ini.
“Kedua proyek lainnya, Pemerintah kota Balikpapan juga terus berupaya secara simultan memanfaatkan Waduk Wain dan membangun Embung Aji Raden,” sebut Fadli.
![]() |
| Sekdakot Balikpapan Sayid MN Fadli |
Dia menambahkan hingga tahun 2030 mendatang, ketersediaan air baku akan tercukupi apabila empat kegiatan itu bisa dilaksanakan.
“Misalnya sekarang waduk manggar sudah selesai 16 juta meter kubik. Jika tidak hujan 6 bulan akan bertahan dengan pelanggan yang ada. Terus Waduk Teritip ini kan insha Allah awal Mei ini kan sudah mulai pembayaran. Targetnya Agustus atau September sudah bisa kita aliri,” tandasnya.
Sementara itu, saat ini PDAM Balikpapan kembali melakukan penjadwalan pendistribusian air ke pelanggan menyusul menyusutnya air Waduk Manggar dan belum diketahui hingga kapan penjadwalan pendistribusian air ke pelanggan dilaksanakan.(Ferry Cahyanti)
