KAMIS, 17 MARET 2016
Jurnalis: Aceng Mukaram / Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber foto: Aceng Mukaram
PONTIANAK — Ini adalah perjuangan hidup seorang kakek yang hidup sebatangkara. Nama lengkapnya, Afifud Siregar, usianya 71 tahun. Ia mengaku berasal dari Medan, Sumatera Utara. Setiap hari, ia bekerja sebagai tambal ban di lingkungan kampus Universitas Tanjungpura Pontianak, Kalimantan Barat. Ia enggan mengemis dan memilih membuka jasa tambal ban yang penghasilannya pas-pasan.
![]() |
| Afifud Siregar |
“Satu lobang ban bocor biayanya Rp.10 ribu,” tuturnya, mengawali cerita di Jalan Daya Nasional, komplek kamus Universitas Tanjungpura Pontianak, Kamis (17/3/2016).
Enam tahun, ia menggeluti bidang jasa seadanya itu. Berkat kelincahan tanganya, ia bisa bertahan hidup tanpa memelas kasihan orang lain. Ia bekerja dengan penuh hati tanpa menetapkan tarif jasa tambal ban. Berapa pun orang memberikan uang, ia terima.
“Ada Rp.1000, saya terima. Saya ikhlas. Karena Tuhan mada adil bagi umatnya,” ucapnya yakin.
Saat ditanya kapan datang merantau ke Pontianak? Ia berceita, saat itu ia menumpang kapal dari Medan dengan tujuan luar negeri. Keinginannya ketika itu adalah bekerja di luar negeri. Namun malang, kapal yang ditumpanginya menurunkannya di pelabuhan Sentete, Kabupaten Sambas.
“Enam tahun lalu saya mau bekerja ke Taiwan. Tapi gagal. Saya sudah bayar uang administrasi Rp15 juta. Uang minjam dari tetangga,” lirihnya.
Semenjak kejadian itu, ia trauma. Bahkan ia mengaku stres. Karena ia harus membayar uang pinjaman.
“Beruntung keluarga ada yang minjamkan, jadinya lunas. Jadi, saya bayar ke keluarga aja,” ucapnya.
Ia mengaku, saat ini kondisi kesehatannya menurun. Namun, ia terus berjuang bertahan hidup dengan cara membuka jasa tambal ban seikhlasnya bayarannya.
“Saya sekarang ini udah darurat. Kalau mau kencing pakai selang,” lirihnya.
Ia tidak pernah menyerah. Ia yakin dengan usahanya, suata saat akan merubah hidupnya. Semangat bertahan hidup ia tuangkan dalam bekerja sebagai jasa tambal ban.
Mengobati rasa sakitnya, setiap bulan ia periksa ke rumah sakit. Walaupun, ia menumpang di rumah orang lain, ia tetap membantu. Caranya mengerjakan pekerjaan pemilik rumah membersihkan halaman rumah.