Rumah Es Miangas, Rumah Es Tertua di Manado

SENIN, 8 MARET 2016
Jurnalis: Ishak Kusrant / Editor: Sari Puspita Ayu / Sumber foto: Ishak Kusrant

MANADO—Rumah Es Miangas salah satu rumah es tertua yang berada di kota Manado. Meski tempatnya sangat sederhana, namun berbagai menu es dengan harga sangat terjangkau ada di sini, dan tentunya rasanya yang lezat menjadikan tempat ini sebagai tujuan favorit bagi masyarakat Manado maupun wisatawan yang menikmati keindahan 
ibukota provinsi Sulawesi Utara ini. 

Es Cincau 

Esther sebagai salah satu pengelola Rumah Es Miangas mengisahkan bahwa usaha ini sudah berdiri sejak tahun 70-an. Nama Miangas didapat dari Jembatan Miangas karena memang rumah es ini berada di samping jembatan tersebut. 
Dengan lokasi yang strategis, menjadikan rumah es ini mudah dijangkau oleh penikmat es yang berada di Kota Manado.  Masih menurut Esther, pemilik Rumah Es Miangas adalah seorang WNI (Warga Negara Indonesia) keturunan Tionghoa. 
Sebenarnya, rumah es di sekitar Kampung China tersebut bukan hanya Rumah Es Miangas, tetapi Rumah Es Miangas lah yang pertama kali berdiri, sehingga dengan semakin bertambahnya pelaku bisnis serupa, tapi Rumah Es Miangas tetap tersohor dan memiliki pelanggan fanatik. 
Es Durian
Seiring berkembangnya pembangunan di Kota Manado, pertokoan modern pun tumbuh satu per satu, dari yang terkecil hingga terbesar bahkan termegah. Sadar bahwa persaingan semakin ketat antara pengelola bisnis rumah es, maka Rumah Es Miangas melakukan terobosan dengan membuka cabang, sehingga Rumah Es Miangas yang identik dengan Jembatan Miangas, kini mulai bisa ditemukan di pertokoan modern. 
Rumah Es Miangas
“Ada banyak macam es dijual di Rumah Es Miangas, mulai dari es cincau, es durian, es kacang brenebon, es kacang tanah, es alpukat, dan campuran es alpukat durian,” kata Esther pada Cendana News Minggu (06/03/2016).
Esther menambahkan, selain es, di rumah es Miangas juga dijual aneka ragam kue tradisional khas Manado, mulai dari kue lampu-lampu, lalampa, balapis, nagasari, kolombeng polote, apang coe, serta puluhan kue lainnya yang harganya sangat terjangkau.
“Kalau es dijual mulai dari harga Rp 10.000 hingga Rp 25.000 per porsinya, sedangkan kue tradisional di jual dengan harga Rp 1.500 hingga Rp 2.000 per picis, murah kan, sangat terjangkau,” kata Esther pada Cendana News.
Sebagai pioner rumah es di Manado, Rumah Es Miangas tentu ingin tetap bertahan diantara persaingan yang terjadi baik dari pebisnis lokal maupun pendatang. Bukan hal yang mustahil jika banyak pengelola bisnis serupa yang menjiplak es yang disajikan di Rumah Es Miangas, tetapi hal tersebut tak menyurutkan semangat Rumah Es Miangas untuk bertarung dengan pesaingnya, karena Rumah Es Miangas tetaplah Rumah Es Miangas. Menu bisa ditiru, tetapi bagi penikmat fanatik yang sudah turun temurun, rasa Es Miangas tentu tetap tak bisa dikalahkan oleh “pendatang baru”.
Lihat juga...