Ribuan Umat Rela Antri Empat Jam Ikuti Ritual Cium Tuan

JUMAT, 25 MARET 2016
Jurnalis: Ebed De Rosary / Editor: Fadhlan Armey / Sumber foto : Ebed De Rosary

LARANTUKA — Ribuan peziarah dari berbagai daerah di Indonesia dan beberapa peziarah dari luar negeri sejak Kamis siang (24/3/2016) hingga Jumat (25/3/2016) siang, memadati kapela Tuan Ma (Bunda Maria) dan Tuan Ana (Tuhan Yesus). Ribuan umat kabupaten Flores Timur dan para peziarah rela antri selama 4 jam untuk mengikuti ritual ini.
Umat yang antri mengikuti ritual Cium Tuan di kapela Tuan Ma.
Antonius Nurak seorang peziarah asal Atambua NTT yang ditemui Cendana News di lokasi kapela Tuan Ma, Jumat (25/3/2016) menyebutkan, sejak malam dirinya hendak datang mengikuti ritual ini. Panjangnya antrian membuat dirinya beserta rombongan memilih kembali ke penginapan dan datang saat subuh, untuk mengikuti ritual ini.

“Teman saya mengatakan dia antri selama 4 jam, sejak jam 8 malam baru bisa Cium Tuan. Kami datang subuh dan tadi cuma 1 jam saja antri,” ujarnya.

Hal senada dikatakan Sesilia Bere, peziarah asal Kupang, dirinya bersama rombongan sudah antri sejak pukul  05.00 wita, dan baru bisa Cium Tuan jam 8 pagi.

“Kami antri 3 jam dan baru selesai cium patung Tuan Ma. Meski capek karena terus berdiri dan berdoa, saya puas dan senang bisa mengikuti acara Semana Santa di Larantuka “ kata Sesilia.

Ditambahkan Sesilia, dirinya tertarik mengikuti ritual Semana Santa di Larantuka karena dapat infomasi dari kelompok mahasiswa katolik yang ada di kampus Undana Kupang.

“Saya beharap tahun depan bisa menghadiri kegiatan Semana Santa lagi di kota Reinha,” ungkap Sesilia.

Kesan senada juga disampaikan Melki Mau, seorang peziarah asal Kefamananu. Ia mengatakan, dirinya bersama keluarga sudah antri sejak pukul 23.00 wita dan selesai pukul 03.00 wita.

“Kalau tadi malam, banyak yang antri. Bisa antri sampai 400 meter. Biar capek, saya merasa puas bisa mengikuti rangkaian acara keagamaan ini “ sebut Melki.

Melki yang datang besama 6 orang anggota keluaganya merasa senang dan puas, meski capek menempuh pejalanan darat ke Kupang dan menyeberang laut memakai kapal feri ke Larantuka.

Pantauan Cendana News di kapela Tuan Ma dan Tuan Ana, antrian umat sudah mulai bekurang sejak Jumat pagi pukul 08.00 wita. Beberapa umat yang ditanyai Cendana News selesai mengikuti ritual Cium Tuan menyebutkan hanya antri selama 2 jam saja.

Hal berbeda ditemukan di kapela Tuan Ana dimana antrian hampir tidak telihat. Butuh waktu 15 menit hingga 25 menit untuk Cium Tuan di kapela Tuan Ana.

Lihat juga...