JUMAT, 25 MARET 2016
Jurnalis: Ebed De Rosary / Editor: Fadhlan Armey / Sumber foto : Ebed De Rosary
![]() |
| Umat yang antri mengikuti ritual Cium Tuan di kapela Tuan Ma. |
“Teman saya mengatakan dia antri selama 4 jam, sejak jam 8 malam baru bisa Cium Tuan. Kami datang subuh dan tadi cuma 1 jam saja antri,” ujarnya.
Hal senada dikatakan Sesilia Bere, peziarah asal Kupang, dirinya bersama rombongan sudah antri sejak pukul 05.00 wita, dan baru bisa Cium Tuan jam 8 pagi.
“Kami antri 3 jam dan baru selesai cium patung Tuan Ma. Meski capek karena terus berdiri dan berdoa, saya puas dan senang bisa mengikuti acara Semana Santa di Larantuka “ kata Sesilia.
Ditambahkan Sesilia, dirinya tertarik mengikuti ritual Semana Santa di Larantuka karena dapat infomasi dari kelompok mahasiswa katolik yang ada di kampus Undana Kupang.
“Saya beharap tahun depan bisa menghadiri kegiatan Semana Santa lagi di kota Reinha,” ungkap Sesilia.
Kesan senada juga disampaikan Melki Mau, seorang peziarah asal Kefamananu. Ia mengatakan, dirinya bersama keluarga sudah antri sejak pukul 23.00 wita dan selesai pukul 03.00 wita.
“Kalau tadi malam, banyak yang antri. Bisa antri sampai 400 meter. Biar capek, saya merasa puas bisa mengikuti rangkaian acara keagamaan ini “ sebut Melki.
Melki yang datang besama 6 orang anggota keluaganya merasa senang dan puas, meski capek menempuh pejalanan darat ke Kupang dan menyeberang laut memakai kapal feri ke Larantuka.
Pantauan Cendana News di kapela Tuan Ma dan Tuan Ana, antrian umat sudah mulai bekurang sejak Jumat pagi pukul 08.00 wita. Beberapa umat yang ditanyai Cendana News selesai mengikuti ritual Cium Tuan menyebutkan hanya antri selama 2 jam saja.
Hal berbeda ditemukan di kapela Tuan Ana dimana antrian hampir tidak telihat. Butuh waktu 15 menit hingga 25 menit untuk Cium Tuan di kapela Tuan Ana.