SENIN, 21 MARET 2016
Jurnalis : Henk Widi / Editor : ME. Bijo Dirajo/ Sumber Foto: Henk Widi
LAMPUNG — Penutupan operasi simpatik Krakatau 2016 dilakukan oleh Polres Lampung Selatan yang dilakukan oleh Satlantas digelar dengan melakukan gebyar operasi simpatik.
![]() |
| Operasi simpatik Polres Lamsel |
Gebyar operasi simpatik menurut Kasatlantas Polres Lampung Selatan, AKP Mubiarto dilakukan di sepanjang Kawasan Tertib Lalulintas(KTL) di Jalan Zainal Abidin Pagar Alam.
Menurut AKP Mubiarto, gebyar operasi simpatik yang merupakan penutupan pelaksanaan operasi simpatik selama tiga pekan melibatkan masyarakat dan pengguna jalan di KTL Kota Kalianda. Selain itu Satlantas Polres Lampung Selatan juga melibatkan pihak Jasa Raharja, Dinas Perhubungan, Polisi Cilik (
Pocil), serta beberapa siswa sekolah dari tingkat SMA di wilayah Kalianda.
“Penutupan kita lakukan dengan menggelar gebyar operasi simpatik dan secara istimewa kita bagikan stiker himbauan kepada pengguna kendaraan”ungkap Mubiarto.
Mantan Kasatlantas Polres Tulangbawang tersebut mengungkapkan, pelaksanaan gebyar operasi simpatik di kawasan tertib lalulintas berbeda dari hari biasanya, karena anggota Polisi wanita (Polwan) mengenakan baju adat diantaranya kain tapis dan topi hanuang bani berupa topi khas adat Lampung.
Ia mengungkapkan, selama 21 hari gebyar operasi polisi berharap kesadaran masyarakat untuk mematuhi aturan lalulintas meningkat signifikan. Selama operasi simpati penegakan hukum dilakukan diantaranya dengan teguran, himbauan dan penindakan ringan.
Pelanggaran yang dilakukan masyarakat pengguna jalan menurut Mubiarto diantaranya rata rata dilakukan pengendara kendaraan roda dua diantaranya,tidak mengenakan helm, tidak menggunakan spion serta pelanggaran lain.
Berdasarkan catatan Satlantas Polres Lampung Selatan, selama operasi simpatik telah melakukan tindakan tilang kepada sekitar 300 pengendara di jalur KTL sementara sisanya diberi himbauan. Sementara untuk pemberian teguran sebanyak 1020 lebih diantaranya dengan memberikan teguran lisan.
Penggunaan topi khas Lampung dan kain tapis menurut Mubiarto merupakan bentuk penghargaan Satlantas untuk menghormati kearifan masyarakat serta budaya masyarakat Lampung.
Sebelumnya berbagai personil gabungan dari unsur Kepolisian Resor Lampung Selatan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), TNI dari Kodim 0421/LS,Dinas Perhubungan Kabupaten Lampung Selatan dan Kabupaten Pesawaran dilibatkan dalam pelaksanaan operasi simpatik Krakatau 2016 di wilayah hukum Polres Lampung Selatan.

Operasi simpatik Krakatau 2016 dilakukan dalam rangka optimalisasi penerapan kawasan tertib lalu lintas guna menciptakan lokasi penggal jalan yang tertib marka, rambu, parkir serta pengguna jalan dalam rangka menciptakan keamanan dan keselamatan tertib berlalu lintas.
Kapolres Lampung Selatan AKBP Adi Ferdian Saputra mengungkapkan operasi yang melibatkan berbagai unsur dan langsung dilakukan oleh Satuan lalu lintas Polres Lampung Selatan dan unsur masyarakat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam ketertiban di jalan raya.