Jurnalis: Zulfikar Husein / Editor : Fadhlan Armey / Sumber foto: Zulfikar Husein
![]() |
| Aktivitas diskusi rutin Komunitas Demokrasi Aceh Utara (KDAU) |
Terkait dibukanya pendaftaran bakal calon tersebut, Komunitas Demokrasi Aceh Utara (KDAU) menilai partai belum mampu melahirkan kader terbaik, terutama di daerah. Sehingga partai terpaksa menjaring kandidat-kandidat dari luar partai untuk diunggulkan.
“Partai di daerah tidak banyak memiliki kader-kader bagus, ini menujukkan kalau partai tersebut kurang berkualitas. Namun, langkah untuk membuka pendaftaran balon (bakal calon) tersebut juga patut diapresiasi sebagai bagian dari keterbukaan,” ujar Intan Hayyu, aktivis perempuan KDAU, kepada Cendana News, Jumat (25/3/2016).
Ia menambahkan, partai yang membuka peluang bagi kader lain untuk dicalonkan harus mampu melakukan reformasi. Dengan adanya Pendaftaran balon ini diharapkan mampu melahirkan kandidat yang baik, kuat, dan dekat dengan rakyat.
“Proses penjaringannya harus dilakukan dengan sebaik mungkin, harus menghindari proses KKN (Korupsi Kolusi dan Nepotisme), kandidat yang diusung nantinya harus mampu melakukan reformasi untuk membawa Aceh lebih baik, kalau tidak masyarakat tidak akan percaya, sama saja,” kata Intan.
Selama ini, kata Intan, Komunitas Demokrasi Aceh Utara, rutin melakukan diskusi rutin jelang pilkada. Ia sangat berharap, dalam Pilkada 2017 mendatang dapat berlangsung lebih Demokrasi.
“Selain muncul kandidat yang bagus, kita berharap pilkada nanti berlangsung dengan penuh demokrasi,” pungkas Intan.