Karantina Ikan Lakukan Pengecekan Tambak Awasi Hama Penyakit

SENIN, 28 MARET 2016
Jurnalis : Henk Widi / Editor : ME. Bijo Dirajo/ Sumber Foto: Henk Widi 

LAMPUNG — Antisipasi komoditas perikanan dari berbagai jenis hama, virus, bakteri di wilayah Provinsi Lampung yang akan didistribusikan ke luar Provinsi, Kantor Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Kelas I Lampung Kementerian Kelautan dan Perikanan Wilayah Kerja Bakauheni melakukan pengecekan dan pengawasan (monitoring) ke sejumlah tambak di Kabupaten Lampung Timur, Kabupaten Pesawaran, Kabupaten Lampung Selatan.
Menurut salah satu anggota tim pengawasan, Catur S Udiyanto yang juga wakil kepala Kantor Balai Karantina Ikan, pengawasan dilakukan ke sejumlah tambak milik petani, baik tradisional maupun intensif.
“Kita lakukan pengecekan karena saat ini merupakan pergantian musim dari musim kemarau ke musim penghujan yang berpotensi berpengaruh bagi kesehatan dan mutu hasil tambak khususnya udang,”ungkap Catur S Udiyanto saat dikonfirmasi Cendana News, Senin (28/3/2016)
Ia menyebutkan, pengecekan terhadap tambak milik petani memiliki luasan lahan yang berbeda beda. Sebab sebagian petambak memiliki lahan rata rata dua hektar sementara pengusaha tambak bisa memiliki lahan tambak puluhan hektar. Ia mengungkapkan rata rata hektaran lahan tambak milik petani merupakan budidaya jenis udang vaname dan udang windu.
“Tentu tidak kita periksa per petak tapi kita ambil sampel dan dibawa ke laboratorium untuk melakukan pengecekan kualitas air dan juga pengaruh bagi udang di tambak dan hasilnya memerlukan waktu sepekan,”ujar Catur.
Ia menerangkan beberapa virus yang menyerang udang di tambak diantaranya adalah jenis White Spot Syndrome Virus (WSSV) dan Taura Syndrome Virus (TSV).  Infeksi virus dapat dideteksi dengan cepat dan akurat dengan metode PCR (Polymerase Chain Reaction) atau reaksi rantai polimerase. Uji bakteri, uji virus serta pemeriksaan kadar air yang hasilnya akan dilihat setelah dilakukan pemeriksaan laboratorium.
Pemantauan tersebut ungkap catur dilakukan sebagai pengawasan Balai Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan terhadap komoditas yang akan dilalulintaskan. Selama ini udang yang berasal dari Lampung banyak dikirim ke Pulau Jawa untuk konsumsi domestik dan sebagian dikirim ke luar negeri untuk ekspor. Pengendalian mutu sejak di lahan tambak dilakukan agar kualitas komoditas perikanan lebih terjamin dan mampu bersaing dengan petambak lain di Indonesia.
Lihat juga...