Jumat Bersih, Warga Bersihkan Selokan Antisipasi Air Meluap

JUMAT, 4 MARET 2016
Jurnalis : Henk Widi / Editor : ME. Bijo Dirajo/ Sumber Foto: Henk Widi 

LAMPUNG — Antisipasi luapan air akibat musim hujan yang sering melanda, warga bersama aparat Desa Kekiling Kecamatan Penengahan melakukan kerja bakti yang disebut Jumat Bersih. Kegiatan yang dilaksanakan sekali seminggu tersebut di fokuskan beberapa lokasi yang dianggap rawan, diantaranya selokan sepanjang jalan desa hingga sebagian Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum). 
Gotong royong di Jumat Bersih
“Saat hari Jumat kita gunakan untuk gotong royong membersihkan lingkungan dan kita fokuskan hari ini membersihkan selokan air agar tidak tersumbat di beberapa titik,”ungkap Ansori kepada Cendana News, Jumat(4/3/2016)
Ia menambahkan, warga membersihkan drainase karena dinilai sering menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir yang juga engakibatkan sampah sampah rumah tangga bertebaran di jalan raya.
Ansori mengatakan, Jumat bersih rutin dilakukan aparat desa bersama warga  untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan bebas sampah. Kegiatan ini juga meningkatkan kordinasi dengan beberapa pihak, diantaranya rumah makan, hotel, SPBU yang merupakan fasilitas umum bagi sebagian masyarakat.
“Jumat menjadi waktu untuk sama sama bergotong royong bagi beberapa karyawan dan juga masyarakat agar pembersihan bisa menyeluruh di lingkungan kita,”ungkapnya.
Selama ini kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya masih dianggap kurang, sehingga saat hujan datang sampah yang dibuang mengalir ke selokan dan sungai dan sebagian terbawa ke badan jalan. Upaya menjaga kebersihan dengan memasang larangan membuang sampah sembarangan bahkan diabaikan.
“Kita rajin melakukan Jumat bersih dan memasang beberapa himbauan larangan buang sampah sembarangan, namun tetap tak digubris sehingga sampah menumpuk di pinggir jalan dan saat hujan terbawa ke selokan,”ungkap Ansori.
Kondisi selokan yang sering meluap masih terjadi juga di ruas Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) bersebelahan dengan desa Kekiling tepatnya di Desa Blambangan. Akibatnya sampah  yang terbawa menyebabkan pengguna jalan dari arah Bandarlampung ke arah Bakauheni dan sebaliknya terganggu.
Sampah berbagai jenis yang sebagian besar sampah plastik terbawa banjir sehingga menyumbat selokan, gorong gorong di Jalan Lintas Sumatera yang  berada sekitar 50 meter dari Pesantren Ushuludin Desa Belambangan Kecamatan Penengahan Lampung Selatan.
Berdasarkan keterangan warga Blambangan yang berada di tepian Jalinsum tersebut, setiap musim penghujan kondisi banjr yang meluap ke jalanan tersebut selalu terjadi dengan sampah yang berasal dari saluran air sehingga saat hujan turun sampah tersebut terbawa ke saluran air dan meluap ke jalanan.
Warga Desa Blambangan, Usman (35) menyebutkan, sampah tersebut sebagian besar merupakan sampah hasil buangan masyarakat yang terbawa aliran air. Akibatnya sampah menyumbat drainase dan saluran irigasi yang digunakan masyarakat untuk keperluan pengairan lahan sawah mereka.
“Aliran irigasi di sini nyaris tak pernah bersih dan bahkan saat musim penghujan sering banyak sampah yang berasal dari hulu sungai kecil ini karena warga membuang sampah di sungai,”ungkap Usman.
Usman selalu membersihkan sampah yang terbawa aliran air karena sebagian sampah tersebut menggenangi halaman rumahnya. Bahkan jika tak dibersihkan air yang tak mengalir melalui saluran irigasi menyeberang ke seberang jalan dan membanjiri rumah warga.
Lihat juga...