Fatchurrahman: Mbak Titiek Layak Jadi Pemersatu Partai Golkar

KAMIS, 17 MARET 2016
Jurnalis : Harun Alrosid/ Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber Foto: Cendana News

SOLO — Partai Golkar yang tengah dirundung masalah internal yang tak kunjung selesai, benar-benar banyak menyita pikiran dan tenaga para kader, tokoh politik dan elit partai. Guna mengembalikan kejayaan partai berlambang pohon beringin itu, harus dimunculkan tokoh yang dapat menyatukan kembali suara Golkar yang telah lama bercerai-berai.
Titiek Soeharto
Politisi Partai Golkar Kabupaten Sragen, Jawa Tegah, Agus Fatchurrahman mempunyai pandangan tersendiri untuk bisa menyelesaikan konflik yang berkempanjangan ini, sekaligus membangkitkan partai yang tengah mempersiapkan pemilihan ketua umum melalui Musyawarah Nasional Luarbiasa (Munaslub). Yakni dengan memunculkan tokoh yang dapat menjadi Patron Politik, sehingga bisa mempersatukan suara Golkar.
“Saya kira Mbak Titiek Soeharto cukup mewakili untuk diangkat menjadi tokoh, karena kita butuh sosok itu, yang dapat menjadi alat pengikat di partai ini,” ujar pria yang menjabat sebagai Bupati Sragen kepada Cendana News, Rabu sore (16/03/16).
Tokoh yang menjadi Patron Politik lanjut Agus, seperti halnya yang dilakukan sejumlah partai besar yang ada selama ini. Misalnya di PDIP menggunakan Patron sosok Megawati ataupun nanti putranya, Partai Demokrat dengan mengusung ketokohan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) atau partai Hanura dan Partai Gerindra yang juga menggunakan ketokohan ketua umum. 
“Kalau PKS yang jadi patron adalah idiologi agamanya,” jelasnya.
Partai Golkar menurutnya sangat membutuhkan tokoh yang dapat menjadi patron politik. Sebab, hampir selama tiga dekade Pemilihan Presiden, Partai Golkar kehilangan tokoh yang dijadikan panutan dan mengikat partai. 
“Saya kira hadirnya keluarga Cendana yang merupakan sosok penting sekaligus pendiri Partai Golkar bisa mengikat kembali partai ini,” tambahnya.
Tidak dipungkiri, di saat situasi politik dan stabilitas pangan di Indonesia yang tengan guncang seperti saat ini, banyak masyarakat yang rindu akan sosok Soeharto. Yakni sosok yang mampu menjaga stabilitas pangan nasional, serta memberikan kenyamanan serta iklim politik yang kondusif.
Dipilihnya Siti Hadiati Hariyadi atau Titiek Soeharto untuk bisa menjadi tokoh pemersatu Partai Golkar tak lepas dari kiprahnya selama ini. Mbak Titiek ini telah lama berkecimpung di dunia politik. 
“Saya kira Mbak Titiek layak untuk dijadikan tokoh penting dalam partai ini karena juga telah lama terjun ke politik. Jujur setelah Bang Akbar, kita kehilangan tokoh partai,” ungkapnya.
Munculnya sejumlah kader muda Golkar dalam gelaran Munaslub yang rencananya digelar pada Mei 2016 mendatang diakui Politisi Golkar ini menjadi harapan tersendiri. Sebab, Partai Golkar sudah mulai memunculkan tokoh muda yang jauh lebih siap menghadapi tantangan partai di masa yang akan datang. 
Akan tetapi hal itu menurutnya tidak cukup, karena Golkar membutuhkan tokoh yang dapat mempersatukan kembali partai yang telah lama pecah. 
“Kalau kita amati yang maju sebagai calon ketua umum semuanya masih muda, mereka belum mempunyai basic power kuat untuk mengikat pemilih Golkar kemarin atau ke depan. Kalau Mbak Titiek sangat layak untuk menjadi pemersatu partai,” tutupnya.
Lihat juga...