RABU, 23 MARET 2016
Jurnalis : Adista Pattisahusiwa / Editor : Fadhlan Armey / Sumber Foto: Adista Pattisahusiwa
JAKARTA — Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengingatkan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla terkait melakukan pertemuan dengan sejumlah petinggi perusahan Hainan di Tiongkok.
![]() |
| Fahri Hamzah |
Menurut Fahri, seharusnya JK tidak perlu bertandang ke Tiongkok saat ini, sebab, beberapa pekan kemarin, aksi kapal penjaga pantai di Laut Natuna telah melanggar kedaulatan Indonesia.
“Pertemuan itu kan, untuk membahas investasi di NKRI, semestinya, dia boleh melawat dan bisa ke negeri tirai bambu, asalkan China secara resmi menyampaikan permohonan maaf kepada Indonesia atas kejadian di Laut Natuna,” tegas fahri di gedung nusantara III, senayan, Jakarta, Rabu (23/3/2016).
Fahri meminta JK agar selalu jaga kedaulatan Indonesia, itu lebih penting daripada sekadar investasi.
“Kalo Uang itu, saya merasa soal lain, tapi kehormatan dan kedaulatan itu jauh lebih utama, NKRI juga punya harga diri atas negara lain,” paparnya
Lebih jauh Fahri menyampaikan, persoalan aksi kapal penjaga pantai Tiongkok di Laut Natuna itu, semestinya harus diselesaikan terlebih dahulu.
“Jangan hanya main pergi-pergi gitu aja,” imbuhnya
Dikatakannya, bangsaIndonesia mesti menggunakan kartu diplomatiknya dalam bersikap.
“Jadi, saya minta jaga harga diri bangsa, Janganlah kita yang seolah-olah butuh, biarkan Tiongkok minta maaf dulu, mentang-mentang kita perlu, lantas seenaknya datangi negeri itu” sebutnya.
Seperti diketahui, operasi Kapal Hiu 11 milik Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah menangkap kapal pelaku penangkapan ikan ilegal asal China, KM Kway Fey 10078, di perairan Natuna, Sabtu 19 Maret 2016.
Proses penangkapan tersebut tidak berjalan mulus, sebab sebuah kapal coast guard Tiongkok secara sengaja menabrak KM Kway Fey 10078, pada Minggu 20 Maret 2016 dini hari ketika operasi penggiringan kapal nelayan illegal itu dilakukan.