MINGGU, 13 MARET 2016
Jurnalis: Zulfikar Husein / Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber foto: Zulfikar Husein
ACEH — Dalam beberapa tahun terkahir, penyebaran virus Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan penyakit Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) terus mengalami peningkatan di Provinsi Aceh. Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Aceh meyebutkan, saat ini di Aceh tercatat lebih dari 374 kasus penderita HIV AIDS.
![]() |
| Bupati Aceh Utara, Muhammad Thaib |
Bupati Aceh Utara, Muhammad Thaib menyebutkan, daerahnya menempati posisi pertama jumlah terbanyak penderita penyakit tersebut. Penderita HIV/Aids meningkat tajam, dari 23 kasus pada 2012, saat ini dijumpai lebih dari 60 kasus.
“Dulu saat tahun 2012 di awal saya menjadi bupati, kasus HIV AIDS hanya 23 kasus, saat ini tahun 2016, sudah 60 lebih dijumpai,” ujar Muhammad Thaib kepada Cendana News, Minggu (13/3/2016).
Ia menambahkan, saat ini kasus HIV AIDS tersebut menjadi sangat memprihatinkan. Sejauh ini, pemerintah terus mengupayakan untuk menghentikan kasus penyakit yang merusak sistem kekebalan tubuh ini.
Katanya, pemuan pertama kasus ini di Aceh Utara pada tahun 2007. Data Dinas Kesehatan kabupaten setempat menyebutkan, pada Oktober 2015 terdapat 47 kasus. Lalu dalam dua bulan kemudian, pada Desember 2015 meningkat menjadi 54 kasus, saat ini disebutkan menjadi 60 kasus lebih.
Penyebaran HIV AIDS semakin meresahkan masyarakat. Ia meminta masyarakat terutama para orang tua bekerjasama menjaga anak-anaknya dengan baik agar terhindar dari penyakit yang hingga saat ini belum ditemukan obatnya itu.
“Kalau mengharap pemerintah saja, itu mustahil, kami tidak akan sanggup mengatasi masalah itu sendiri, tapi mari kita sama-sama terutama para orang tua menjaga anaknya dengan baik, agar tidak terjerumus kedalam pergaulan bebas, narkoba dan sebagainya,” pungkas bupati yang akrab disapa Cek Mad itu.