SENIN, 29 FEBRUARI 2016
Jurnalis : Rustam / Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber Foto: Rustam
KENDARI— Kemacetan kendaraan dalam Kota Kendari, Ibukota Provinsi Sultra, cenderung mengalami trend peningkatan setiap tahun. Ini terjadi karena makin bertambahnya jumlah kendaraan roda empat setiap tahunnya.
![]() |
| Walikota Kendari, Asrun meninjau jalur baru yang selesai diaspal |
“Untuk mengatasi masalah kemacetan lalu lintas kendaraa, maka strategi Pemerintah Kota Kendari adalah membuka daerah baru dan membuka ruas jalan baru,” kata Asrun, Walikota Kendari, Senin (29/2/2016).
Berdasarkan data, jumlah kendaraan pada tahun 2013 sebanyak 130.951 unit. Terdiri dari motor 113.847unit, mobil bus 9.114 unit, mobil penumpang 2.416 unit dan mobil barang 5.574 unit. Kemudian tahun 2014 bertambah menjadi 148. 114 unit. Rinciannya motor 128.257 unit, mobil bus 10.852 unit, mobil barang 6.432 unit dan mobil penumpabf 2.573 unit.
Tahun 2015, diperkirakan mengalami pertambahan jumlah kendaraan sekitar 20.735 unit, sehingga totalnya menjadi 168.849 unit kendaraan. Jumlah penambahan itu belum termasuk kendaraan yang masuk melintas dari Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Sulawesi Tengah (Sulteng), Sulawesi Barat (Sulbar). Kemudian banyak juga kendaraan roda empat yang masih menggunakan plat kode B dari DKI Jakarta, plat kode L dari Surabaya, Jawa Timur dan plat kode D dari Bandung, Jawa Barat. Sementara panjang ruas jalan Kota Kendari hingga tahun 2014 sekitar 340 Km.
“Antisipasinya supaya kendaraan tidak menumpuk melalui jalan-jalan utama dalam Kota Kendari, harus segera dibuatkan jalan alternatif,” ujar Asrun.
Agar ruas jalan yang baru dibuat bermanfaat ganda, Pemerintah Kota Kendari membuka wilayah baru. Seperti, dari Kelurahan Abeli Dalam Kecamatan Puuwatu tembus lokasi Pusat Promosi dan Informasi Daerah (P2ID) Provinsi Sultra yang terletak di Kecamatan Kadia. Jalur Abeli Dalam juga tembus hingga ke Kecamatan Baruga. Kemudian dari Kecamatan Baruga, dibuat lagi jalan lingkat sampai masuk wilayah Kecamatan Kambu, Kecamatan Poasia dan Kecamatan Abeli.