KAMIS, 25 FEBRUARI 2016
Jurnalis : Ferry Cahyanti/ Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber Foto: Ferry Cahyanti
BALIKPAPAN — Puluhan massa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) Balikpapan melakukan unjuk rasa ke kantor PDAM. Mereka meminta perusahaan daerah tersebut memperbaiki kualitas dan pelayanan.
![]() |
| Demo HMI Balikpapan di kantor PDAM Balikpapan |
Sekretaris HMI cabang Balikpapan, Agus Sudirman mengatakan, kualitas air yang dirasakan masyarakat saat ini masih belum baikm seperti berbau dan keruh. Tidak hanya itu, distribusi air juga tersendat dan tidak mengalir berhari-hari.
“Seharusnya PDAM bisa lebih maksimal dalam pendiatribusian air bersih. Padahal PDAM mendapatkan penyertaan modal dari pemerintah Balikpapan,” katanya di Balikpapan, Kamis (25/2/2016).
Kedatangan para pengunjuk rasa ini lansung dijaga oleh puluhan aparat keamanan di halaman kantor PDAM. Sekitar 10 orang perwakilan diperbolehkan masuk untuk melakukan dialog dengan jajaran direksi.
Dalam dialog, Dirut PDAM Balikpapan, Haidir Effendi menjelaskan, pasokan air yang merupakan kewenangan dari Pemerintah Kota yang disalurkan ke PDAM sebagai operator penyalur ke pelanggan saat ini hanya mencapai 1.000 liter perdetik. Hal tersebut dikarenakan, saat ini kota Balikpapan mengalami krisis air yang disebabkan mengeringnya Wadik Manggar.
“Hingga kini PDAM diberikan 1000 liter perdetik sehingga sekarang sudah masuk kategori krisis. Karena untuk amannya 1.200 liter perdetik,” jelasnya Kamis (25/2/2016).
Haidir menambahkan kondisi ini semakin parah dengan keberadaan air baku yang berkurang. Penjadwalan pendistribusian air ke masyarakat ini murni karena berkurangnya ketersediaan air baku di Waduk Manggar. Langkah yang dilakukan untuk dapat memenuhi kebutuhan pelanggan, PDAM sudah mengoptimalkan keberadaan sumur dalam dan hotline informasi layanan.