KAMIS, 25 FEBRUARI 2016
Jurnalis: M. Fahrul / Editor: ME. Bijo Dirajo / Sumber foto: M. Fahrul
SUMENEP — Selama ini masyarakat di Desa Campor Timur, Kecamatan Ambunten, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur hanya memanfaatkan limbah kulit jagung untuk pakan ternak atau dibuang. Setelah mendapat pelatihan dari mahasiswa Universitas Wiraraja yang sedang melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN), warga sudah dapat membuat bunga hias dari kulit jagung.
![]() |
| Mahasiswa sedang memberi pelatihan membuat bunga hias dari limbah kulit jagung |
Kordinator Desa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Wiraraja Kabupaten Sumenep, Fatimatus Zahro mengatakan, inisiatif untuk memanfaatkan limbah kulit jagung muncul ketika melihat potensi yang ada hanya dibuang begitu saja, sehingga dengan memberikan pembekalan keterampilan kepada masyarakat nantinya dapat menambah penghasilan warga.
“Ide itu muncul ketika melihat banyak kulit jagung hanya dibuang oleh masyarakat, sehingga kami memberikan bekal keterampilan menjadi bunga hias,” terangnya, Kamis (25/2/2015).
Dijelaskan, dengan pelatihan, warga mendapatkan bekal untuk mengembangkannya, meskipun para mahasiswa sudah selesai melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di desa tersebut.
“Limbah kulit jagung disini sangat melimpah, apabila itu dimanfaatkan dengan baik, maka akan menjadi barang berharga yang menghasilkan uang,” terangnya.
Mereka berharap dengan ilmu keterampilan pemanfaatan limbah kulit jagung yang diberikan bisa bermanfaat, sehingga mampu mendongkrak peningkatan ekonomi masyarakat yang ada di desa tersebut, terutama bagi ibu rumah tangga yang belum memiliki pekerjaan tetap.
“Kalau itu dimanfaatkan akan dapat menambah penghasilan bagi ibu-ibu, karena meski dirumah bisa membuat bunga hias dari kulit jagung,” pungkasnya.
