Saluran Irigasi Terlalu Rendah, Puluhan Hektar Padi Tersapu Banjir

JUMAT, 5 FEBRUARI 2016
Jurnalis: Ebed De Rosary / Editor: Gani Khair / Sumber foto: Ebed De Rosary

MAUMERE—Hujan lebat sejak Sabtu (30/1/2016) yang berlangsung seharian dan terjadi beberapa hari hingga Kamis (4/02/2016) menyebabkan banjir merusak jalan aspal dan saluran air di desa Done. Air yang mengalir dari gunung meluap dari saluran dan menggenagi rumah warga dan menghanyutkan belasan ternak milik warga.

Sisiliaa Sona (kedua kanan) seketrais BPD Done Kecamatan Magepanda


Warga menyesalkan terjadinya pembangunan saluran air yang dilakukan tahun 2015 tidak sesuai usulan warga.Seharusnya saluran air berbelok ke arah timur dan berujung ke kali mati namun oleh kontraktor salurannya dibuat memanjang ke arah barat. Dengan demikian saat terjadi hujan lebat,air dari gunung akan mengalir memasuki rumah warga.

Hal ini disampaikan Sisilia Sona, Sekertaris BPD Desa Done Kecamatan Magepanda yang ditemui Cendana News, Jumat (5/2/2016). dikatakan Sisilia, hujan lebat lebih dari 7 jam di hari Sabtu (30/1/2016) dan berlangsung selama beberapa hari menyebabkan asapl jalan terkikis dan saluran air rusak. Banjir dari gunung tersebut meluap ke rumah warga sehingga binatang peliharaan dan perlengkapan rumah ikut terbawa banjir.

“Hari Selasa (2/2/2016) waktu Musrembangdes kami sudah sampaikan dan dua hari lalu ibu kepala desa sudah ke dinas Sosial kabupaten Sikka untuk meminta bantuan,”tutur Sisilia.

Thomas Lado tokoh masyarakat sedang menunjjukan saluran air yang dijebol warga


Saat ditemui Cendana News, Sisilia didampingi Martina Dere, Thomas Lado dan Ketua RT 01/01 Dusun Detunggawa Desa Done, Laurensius Lengi. Bila kerusakan dan dampak banjir yang sudah dilaporkan ke pemerintah tidak ditanggulangi melalui dana tanggap bencana, maka usulan masyarakat akan terus disampaikan melalui Musrembang.

“Kulitas pekerjaan saluran air sangat jelek,kami tidak tahu campuran semen yang digunakan berapa?.Masa baru kerja setahun sudah rusak,”tanya Sisilia.

Thomas Lado tokoh masyarakat yang mendampingi Sisilia juga menerangkan, dirinya terpaksa menjebol beberapa ruas di speanjang saluran agar air bisa mengalir ke jalan dan tidak menggenangi rumah penduduk di bagian atas jalan. Dulu sebelum dibangun saluran jelas Thomas, air tidak masuk ke rumah warga tetapi langusng mengalir melewati jalan.

“Saluran air lebih tinggi dari rumah warga sehingga air tidak bisa masuk ke dalam saluran,”jelas Thomas.

Bagian samping saluran juga kata Thomas,tidak dibuat lubang-lubang agar air dari halaman rumah warga di sebelah atas saluran bisa mengalir masuk ke saluran.Warga di RT 01,02 dan 03 dalam wilayah RW 01 sejak adanya pembangunan saluran tahun 2015 rumahnya selalu tergenang air.

Disaksikan Cendana News,banjir yang melintas di jalan aspal di Dusun Detunggawa saat hujan lebat selama beberapa hari belakangan menyebabkan aspal jalan dan beberapa bagian saluran mengalami rusak parah. Warga merusak beberapa bagian di saluran agar air bisa mengalir melewati jalan hingga ke kali mati.

Genangan air yang masuk ke dalam rumah penduduk sudah dibersihkan namun terlihat lumpur dan dedaunan serta ranting pohon masih berserakan di halaman rumah.Jika tidak diatasi warga kuatir genangan air akan menyebabkan 146 KK dengan 412 jiwa di Dusun Detunggawa bisa terkena penyakit demam berdarah.

“Tahun 2015 ada seorang warga kami yang meninggal akibat demam berdarah dan banyak yang dirawat di rumah sakit.Ini yang membuat kami merasa takut bila terjadi hujan dan air lama tergenang,”pungas Thomas.
Lihat juga...