JUMAT, 19 FEBRUARI 2016
Jurnalis : Koko Triarko / Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber Foto: Koko Triarko
YOGYAKARTA — Menyikapi meningkatnya jumlah penderita kanker payudara di Indonesia, Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) DR. Sardjito, Yogyakarta, terus meningkatkan sumber daya manusia dan teknologi yang digunakan, salah satunya dengan menyediakan alat pendeteksi dini yang baru ada satu-satunya di Indonesia.
![]() |
| Mammography Digital Microdose |
Mammography Digital Microdose atau alat deteksi dini dan diagnosis kelainan payudara, terutama kanker diklaim sebagai alat tercanggih di Indonesia yang baru dimiliki oleh RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. Alat tersebut mampu mendeteksi gejala yang belum bisa teraba tangan dan tidak terdeteksi oleh USG atau ultrasonography, yaitu alat yang menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi yang tidak terdengar oleh telinga manusia.
Konsultan Pencitraan Payudara RSUP Dr. Sardjito, DR. dr.Lina Choridah, Sp.Rad (K), dalam pengenalan alat tersebut pada Jumat (19/2/2016) menjelaskan, mammography adalah alat pemeriksaan payudara dengan menggunakan sinar x dengan tingkat radiasi yang sangat rendah. Dengan alat itu, katanya, anatomi struktur payudara bisa terlihat sangat detil. Dan, alat tersebut merupakan model kompresi, sehingga tidak harus memasukkan sesuatu ke dalam payudara untuk memeriksanya.
Mammogragphy, jelasnya, merupakan alat deteksi sangat dini. Jika pemeriksaan dengan cara meraba hanya bisa mendeteksi kanker payudara yang sudah menimbulkan benjolan, maka alat tersebut lebih dini lagi mendeteksi, yaitu ketika belum terjadi benjolan dan belum teraba. Selain itu, katanya, alat tersebut juga bisa mendiagnosa keluhan lain seputar payudara.
“Dengan terdeteksinya kanker payudara sejak dini, maka angka harapan kesembuhan dan harapan hidup menjadi lebih besar”, ujarnya.
![]() |
| Konsultan Pencitraan Payudara RSUP Dr. Sardjito, DR. dr.Lina Choridah, Sp.Rad (K) |
Lebih jauh dijelaskan Lina, alat tersebut menjadi sangat penting, mengingat di seluruh dunia kanker payudara menjadi penyakit mematikan yang utama dan terbanyak. Di Yogyakarta sendiri, katanya, prevalensi penderita kanker payudara merupakan yang tertinggi di Indonesia, yaitu sebesar 2,4 Persen. Data kasus baru dari Kementerian Kesehatan tahun 2015, bahkan menyebut ada sebanyak 45 Persen jenis kanker pada wanita.
Lina juga mengatakan, angka kejadian kanker payudara di mana pun mengalami kenaikan. Bahkan, saat ini mengalami trend peningkatan. Jika biasanya kanker payudara ditemukan pada wanita di atas usia 60 tahun, kini wanita di usia 30-an tahun juga sudah banyak yang terkena. Menurut Lina, hal itu disebabkan oleh gaya hidup dan pola makan. Hal itu masih diperparah dengan banyaknya pasien yang selalu datang dalam kondisi sudah akut, sehingga angka harapan sembuh dan hidup sangat rendah.
Sementara itu, Direktur Medik dan Keperawatan RSUP DR. Sardjito, DR. Rukmono Siswihanto, mengatakan, alat mammography menjadi sangat penting, karena RSUP DR. Sardjito juga merupakan rumah sakit pendidikan. Selain itu juga sebagai pusat rujukan nasional, sehingga kelengkapan alat, teknologi dan SDM menjadi hal yang harus dipenuhi.
“Dengan alat ini pun, pasien dengan BPJS bisa dilayani”, ungkapnya, sembari mengimbuhkan jika biaya pemeriksaan dengan alat tersebut pun cukup murah, yaitu Rp. 600.000.
Sementara terkait seberapa besar manfaat mammography tersebut, dokter spesialis bedah RSUP DR. Sarjito yang juga merupakan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada Yogyakarta, Prof. DR. dr. Teguh Ariyandono, menjelaskan, keberhasilan penyembuhan kanker payudara menjadi lebih besar, karena dengan alat itu keberadaan kanker payudara lebih dini terdeteksi, yaitu masih dalam Stadium 1.
“Dengan menemukan kanker sejak stadium awal hasil penanganannya sangat berbeda jika kanker tersebut diketahui sudah Stadium 4”, pungkasnya.
