LAMPUNG — Beberapa kecelakaan lalulintas yang terjadi di sepanjang Jalan Lintas Sumatera dan mengakibatkan pengendara kendaraan terperosok ke jurang menjadi perhatian Satlantas Polres Lampung Selatan dan Dinas Perhubungan. Beberapa titik di jalan lintas Sumatera di Kabupaten Lampung Selatan yang rawan rawan kecelakaan tersebut terutama di pinggir jurang dan beberapa diantaranya sudah tak memiliki fasilitas besi pengaman. Bahkan sebagian bersi pengaman hilang dan rusak akibat dimakan usia.
Sebuah truk melintas di Jalan Lintas Sumatra
Menyikapi hal tersebut, Kasat Lantas Polres Lampung Selatan, AKP Mubiarto mengakui jika besi pembatas di jalan yang rawan kecelakaan sudah banyak yang rusak. Padahal besi pengaman itu berfungsi mencegah kendaraan masuk jurang. Beberapa kejadian kecelakaan dengan insiden kendaraan masuk jurang diantaranya kendaraan bus Putra Sulung terperosok di jurang sedalam 15 meter di Dusun Gubuk Seng, kendaraan pribadi terperosok di jurang Tarahan Lampung Selatan serta sebuah truk terperosok di jurang Desa Sukabaru yang tidak memiliki besi pembatas di pinggir jalan.
“Beberapa insiden kecelakaan lalulintas banyak diakibatkan kelalaian manusia namun faktor ketersediaan pengamanan di jalan raya berupa besi penghalang atau pengaman juga sangat menentukan sehingga harus lebih diperhatikan,”ungkap Kasatlantas Polres Lampung Selatan, AKP Mubiarto, Minggu (07/02/2016).
Menindaklanjuti beberapa peristiwa kecelakaan yang terjadi di awal tahun ini ia mengaku sudah mengusulkan perbaikan kepada Satuan Kerja Kementerian Perhubungan yang ada di Dinas Perhubungan Provinsi Lampung karena Jalinsum merupakan jalan negara.
“Beberapa tempat yang sudah kami usulkan diantaranya di Km 82, Dusun Gubukseng, Desa Bakauheni dan tanjakan Buring, Kecamatan Penengahan serta beberapa titik ruas lainnya,” ungkapnya.
Ia mengungkapkan, kegunaan besi pengaman yang berada di tepi jalan tersebut penting, lanjutnya, karena di daerah tersebut rawan kendaraan yang mengalami blong rem atau mundur dan masuk jurang.
“Jika ada pembatas jalan dari baja, paling tidak ada yang menahan laju kendaraan yang mundur atau mengalami rem blong agar tidak masuk jurang,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Lampung Selatan, Kompol Syukur Kersana mengatakan jika usulan tersebut sudah diterima Kementerian Perhubungan.
Ia mengungkapkan, usulan tersebut sudah disetujui oleh Kementerian Perhubungan dan tinggal menunggu waktu untuk pemasangan di lokasi yang sudah disetujui. Perbaikan besi pengaman di Jalinsum, khususnya di daerah yang rawan kecelakaan karena di tepi jurang, akan terealisasi tahun ini.
Besi pembatas jalan
Salah satu warga Desa Bakauheni, Ujang (45) mengatakan, seharusnya pembatas di lokasi rawan kecelakaan seperti Dusun Gubuk Seng tidak hanya diberi besi pembatas karena meski sudah diberi besi pembatas masih sering kendaraan masuk jurang saat terjadi kecelakaan.
“Sudah sepatutnya diberi pembatas beton karena percuma masih sering terjadi kecelakaan dan kendaraan masuk ke jurang apalagi baru saja sebuah bus masuk jurang meski ada pembatas besi,”jelas Ujang.
Ia juga menambahkan, selain pembatas berupa besi atau beton, lokasi turunan dan tanjakan Gubuk Seng sudah seharusnya memiliki jalur pengamanan saat terjadi rem blong.