Polemik Penandatanganan Ijasah PLK Floressta oleh Kepala Sekolah SMAN 2 Maumere

KAMIS, 11 FEBRUARI 2016
Jurnalis: Ebed De Rosary / Editor: Gani Khair / Sumber foto: Ebed De Rosary

MAUMERE—Kepala Sekolah SMAN 2 Maumere, Drs. Hendrik Sega mengaku menandatangani dan mengeluarkan ijasah bagi para siswa-siswi Pendidikan Luar Kelas (PLK) Floressta. Penandatangan tersebut atas permintaan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (PPO) Kabupaten Sikka.
Kepala Bidang Pendidikan Manengah, Dinas PPO Sikka, M.Arifin
Hal ini disampaikan kepala sekolah SMAN 2 Maumere, Drs.Hendrik Sega saat ditemui di SMAN 2 Maumere, Kamis (11/2/2016). Diakui Hendrik, siswa-siswi PLK mengikuti ujian di SMAN 2, tapi sesudah ujian ijasah juga ditandatangani SMAN 2. Seharusnya, kolom dibelakang ijasah ditandatangani Kepala Sekolah PLK Floressta tapi oleh Dinas PPO Sikka dirinya diminta menandatangani ijasah tersebut.
Hendrik mengaku sudah melakukan konfirmasi dengan Dinas PPO Sikka yakni Kepala Dinas, Kepala Bidang Penddidikan Manengah, M.Arifin dan Kepala Seksi Kurikulum John Latuang perihal penandatanganan ijasah tersebut. Ia pun mengikuti arahan yang diberikan kepadanya.
“Kalau soal ijasah bapak konfirmasi dulu dengan dinas. nanti tanya mereka saja. Kalau mereka bilang saya tidak boleh tanda tangan maka saya tidak tanda tangan di ijasah,” ujar Hendrik kesal.
Kepala sekolah SMAN2 Maumere, Drs.Hendrik Sega
Ditambahkan Hendrik, Dinas PPO membolehkan PLK ikut ujian di SMAN 2 dan kerjasama tetap dilakukan dan sudah berlangsung sejak tahun 2014. Tapi untuk tahun 2016, dirinya belum mengetahui berapa banyak siswa yang akan mengikuiti Ujian Nasional di SMAN 2 Maumere. Hendrik dengan kesal menyebutkan tidak ada kepentingan dengan PLK, Dinas PPO mau bubarkan PLK juga itu urusan Dinas PPO.
Bagian depan Ijasah PLK Floressta
Hendrik membantah PLK didirikan SMAN 2 sebab menurutnya PLK merupakan lembaga penddikan mandiri dan berada dibawah Kementrian Pendidikan Dasar dan Manengah.Namun Hendrik tidak memungkiri, jian nasional dilaksanakan di SMAN 2 bahkan soal ujian pun disiapkan SMAN 2. Hendrik mengaku memfasilitasi PLK mengikuti ujian nasional karena tidak memiliki gedung.
“Saya juga sudah tanya ke Pak John dan dia katakan untuk sementara tidak ada klarifiksi dari pihak manapun dan berjalan aman-aman saja maka saya tanda tangan.mungkin ada undang-undang yang mengatur tapi saya tidak membacanya dan itu urusan mereka,” kata Hendrik.
Kepala Bidang Pendidikan Manengah, Dinas PPO Sikka, M.Arifin yang ditemui Cendana News, Kamis sore (11/2/2016) mengaku tidak pernah memberikan rekomendasi agar Hendrik menandatangani. Ia menyatakan hanya sampaikan ijasah halaman depan saja yang ditandatangani sedangkan halaman belakang kepala sekolah yang bersangkutan atau sekolah titipan.
“Pada saat rapat kordinasi dan setiap tahun sebelum pembagian ijasah sudah kami sampaikan dan bukan hanya kepada kepala sekolah SMAN 2 saja tapi semua kepala sekolah,” sebut Arifin.
Ijasah di halaman belakang harusnya ditandatangani kepala sekolah titipan karena sekolah asal yang memberikan nilai bukan sekolah penyelenggara. Dinas PPO hanya membagikan ijasah kosong.
Para guru dan siwa-siswi SMAN 2 Maumere merasa tidak puas karena ijasah siswa-siswi sekolah
Bagian belakang Ijasah PLK Floressta

Pendidikan Luar Kelas (PLK) Floressta Maumere mendapat ijasah SMAN 2 Maumere dan ditandatangani kepala sekolah SMAN 2 Maumere, Drs.Hendrik Sega.

Para murid yang ditemui Cendana News di sekitar lokasi sekolah meminta namanya tidak ditulis karena merasa takut dikeluarkan dari sekolah bila nama mereka ditulis. Hal yang sama juga disampaikan beberapa orang guru SMAN 2 Maumere yang membenarkan kejadian ini. Menurut para guru, praktik ini sudah berlangsung selama 3 tahun.
“Kami masuk ke SMAN 2 Maumere harus melewati seleksi ketat dan hanya diterima puluhan orang saja dari ribuan pelamar. Kami tiap hari sekolah dan belajar tapi siswa-siswi di PLK cuma datang ujian disini lalu ijasahnya tertulis SMAN 2 Maumere,” sebut beberapa siswa SMAN 2 Maumere kesal.
Ijasah salah satu siwa PLK Floressta yang didapat Cendana News tidak terdapat tulisan di halaman depannya yang menyebutkan sekolah asal dan sekolah titipan. Dalam ijasah tersebut hanya ditulis nama siswa, tempat dan tanggal lahir, nama orang tua atau wali, nomor induk siswa, nomor induk siswa nasional, nomor peserta ujian nasional serta sekolah asal. Dalam kolom sekolah asal tertulis SMAN 2 Maumere.
Bagian belakang ijasah juga tidak tertulis sekolah asal yakni PLK Floressta hanya tertulis nama siswa, tempat dan tanggal lahir, nomor induk siswa dan nomor induk siswa nasional serta terdapat kolom mata pelajaran, nilai  rata-rata rapor, nilai ujian sekolah dan nilai sekolah. Di kolom bagian bawah tertulis di kedua halaman ijasah tertera kepala sekolah SMAN 2 Maumere disertai tanda tangan dan cap basah. (Baca: Kepala Sekolah PLK Floressta Membantah Pungut Satu Juta Rupiah Agar Siswa Dapatkan Ijasah).

Lihat juga...