KAMIS, 11 FEBRUARI 2016
Jurnalis: Agus Nurchaliq / Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber foto: Agus Nurchaliq
TUBAN — Puluhan karangan bunga dan ucapan belasungkawa terlihat memenuhi kediaman Faisol Rozi yang merupakan orang tua dari Mayor Penerbang (Pnb) Ivy Safatillah, pilot pesawat Super Tucano TT-3108 yang jatuh di pemukiman warga di daerah Malang kemarin, Rabu (10/2/2016).
![]() |
| Karangan bunga di rumah orang tua Pilot Pesawat yang Jatuh di Malang, Ivy Safatillah |
Walid salah seorang paman Almarhum Ivy Safatillah mejelaskan, bahwa pemilik rumah dan semua keluarga sejak tadi malam sudah menuju ke Yogyakarta dimana Almarhum Ivy Safatillah akan di kebumikan.
Walid sendiri mengaku baru mendengar kabar terjadinya kecelakaan yang melibatkan pesawat yang dipiloti keponakannya jatuh, dari televisi sekitar pukul 12.00 WIB.
“Awalnya saya lihat berita kecelakaan pesawat dari televisi, kemudian saya langsung konfirmasi ke keluarga dan ternyata benar pesawat yang dipiloti Ivy jatuh,” jelasnya kepada Cendana News, Kamis (11/2/2016).
Ia menambahkan, Faisol Rozi sebagai orang tua Ivy bersama keluarga yang mendengar kabar tersebut langsung bergegas berangkat ke Malang. Namun di tengah perjalanan orang tua Ivy mendapat telepon dari keluarga yang ada di Malang bahwa putranya telah meninggal, dan akhirnya Faisol Rozi kembali lagi ke Tuban untuk bersiap-bersiap berangkat ke Yogyakarta dimana putranya akan di kuburkan.
” Almarhum Ivy Safatillah akan dikuburkan di Yogyakarta atas permintaan istrinya sebagai ahli waris,”ucapnya.
Walid mengaku terakhir kali bertemu dengan Almarhum sekitar tiga minggu yang lalu saat ponakannya tersebut pulang ke Tuban. Dimatanya, Ivy Safatillah adalah pribadi yang baik dan tidak sombong.
“Setiap kali pulang ke Tuban, Ivy selalu menyempatkan diri berkunjung ke teman-teman lamanya atau ke tetangga. Almarhum juga sering ikut membantu usaha orang tuanya yang memiliki usaha ikan, bahkan tak jarang ikut mengangkut ikan,” kisanya.
Menurutnya, kepergian keponakannya tersebut tidak hanya meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga, tetapi juga meninggalkan duka bagi masyarakat Tuban. Karena Mayor Penerbang (Pnb) Ivy Safatillah adalah salah satu putra terbaik dari Tuban.
Walid menjelaskan, Mayor Penerbang (Pnb) Ivy Safatillah adalah anak ke dua dari tiga bersaudara. Almarhum meninggal di usianya yang ke 37 tahun dan meninggalkan dua orang putra dan seorang istri yang tengah mengadung.
“Anak pertama Almarhum Ivy berusia tujuh tahun dan anak kedua berusia lima tahun. Sedangkan istri almarhum sedang mengandung anak ketiga dengan usia kandungan delapan bulan,”jelasnya.
Sementara itu, dikediaman masa kecil Mayor Penerbang (Pnb) Ivy Safatillah sejak kemarin malam hingga tujuh hari kedepan akan diadakan pengajian (Tahlil).