KAMIS, 11 FEBRUARI 2016
Jurnalis: Aceng Mukaram / Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber foto: Aceng Mukaram
PONTIANAK — Ditengah ekonomi yang melambat, masyarakat di daerah pedalaman, tepatnya di Desa Bunut Hilir, Kecamatan Bunut Hilir, Kabupaten Kapuas Hulu harus menghadapi harga komoditi yang mahal. Untuk mendapatkan bensin satu liter harus merogoh kocek lebih dalam, yakni Rp.10.000. Begitu juga dengan harga beras, Rp13 ribu perkilonya.
![]() |
| warga Desa Bunut Hilir, Kasim (50) |
Harga bensin Rp10 ribu per liter, ?Harga beras kampung Rp 13 ribu. Di sini mana ada SPBU, eceran saja,” kata seorang warga Desa Bunut Hilir, Kasim (50), saat berbelanja di Kapuas Besar Pontianak, Kamis (11/2/2016).
Disebutkan, mahalnya harga bensin dikarenakan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) jauh dari Desa Bunut Hilir dan belum adanya akses transportasi darat. Sementara itu, jalan penghubung ke Kabupaten Kapuas Hulu, hingga kini belum selesai dibangun.
Kasim mengaku, warga setiap harinya bekerja sebagai nelayan sungai dan berladang. Untuk mencapai ke daerah hanya ada jalur sungai dengan menggunakan kapal Klotok (kapal tradisional).
“Tidak ada jalur darat. Yang ada jalur sungai. Jadi warga memakai kapal Klotok dan speedboat,” ucapnya.
Ia mengharapkan, pemerintah dapat memberikan perhatian serius dan mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat pedalaman.