KAMIS, 25 FEBRUARI 2016
Jurnalis : Koko Triarko / Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber Foto: Koko Triarko
YOGYAKARTA — Petani padi di sejumlah kawasan di Kabupaten Sleman, Yogyakarta mengeluhkan hasil panennya yang menurun. Serangan hama dan cuaca tak tentu dituding sebagai penyebabnya.
![]() |
| Wagimin menunjukan hama yang menyerang tanaman padi |
Wagimin (65), petani di desa Kebondalem, Prambanan, Sleman, Yogyakarta, ditemui Kamis (25/2/2016) mengatakan, tanaman padinya diperkirakan nanti akan menurun, karena saat ini terserang hama Walang Sangit atau Belalang. Serangan tersebut, menyebabkan bulir padi tidak berisi dan menghitam. Batang padi tetap hidup, namun bulir padinya kempes alias tidak berisi atau gabuk.
“Sudah dua pekan ini, hama Belalang Sangit menyerang tanaman padi,” sebut Wagimin saat ditemui sedang sibuk menyemprot tanaman padinya dengan pestisida di lahan seluas 1.250 meter persegi.
Akibat dari serangan hama tersebut, ia harus mengeluarkan biaya tambahan untuk penyemprotan hama sebanyak tiga kali, dengan biaya sekali penyemprotan sebesar Rp. 25.000. Selain itu, hasil panennya juga diperkirakan akan berkurang sebanyak kurang lebih 25 Persen.
Dalam kondisi normal, kata Wagimin, dengan luas lahan 1.250 meterpersegi itu ia biasa mendapatkan hasil panen sebanyak 12 Karung padi basah, yang ketika sudah kering menjadi sekitar 9-10 Karung. Namun, dengan adanya serangan hama itu diperkirakan hasil panen hanya sebanyak 8 Karung padi basah.
![]() |
| Penyemprotan padi yang terserang hama |
Wagimin menjelaskan, hama Belalang mulai menyerang di musim hujan di saat sawah padi di sekitarnya sudah ada yang dipanen. Akibatnya, semua hama belalang akan mencari tanaman padi yang belum dipanen. Ada pun musim panen yang tidak bersamaan itu, karena pada saat menanamnya juga tidak bersamaan, karena harus bergiliran menggunakan saluran irigasi.
