Perkembangan Pangsa Penyaluran Kredit Sektor Perdagangan di Balikpapan Turun

KAMIS, 09 FEBRUARI 2016
Jurnalis : Ferry Cahyanti/ Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber Foto: Ferry Cahyanti

BALIKPAPAN — Pangsa penyaluran kredit produktif terbesar perbankan di Balikpapan masih pada sektor perdagangan, pertambangan dan jasa dunia usaha pada kuartal IV tahun 2015. Hal itu dikatakan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan Suharman Tabrani dalam konfrensi persnya hari ini, Kamis (04/02/2016) di Kantor BI Balikpapan.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan Suharman Tabrani
Suharman menjelaskan, kredit pada sektor pertambangan kembali tumbuh negatif setelah sempat meningkat yang didorong pada penyaluran kredit sub sektor jasa pertambangan migas, setelah menggeser penurunan kredit sub sektor pertambangan batu bara. 
“Sub sektor pertambangan batu bara sempat naik, namun kini kembali turun,” tuturnya kepada wartawan.
Sedangkan jasa dunia usaha tetap pada tren negatif sebagai imbas oleh lesunya sektor pertambangan batu bara yang merupakan domain konsumen utama.
Sementara itu, tingkat non performing loan (NPL) perbankan di Balikpapan selama kuartal IV/2015 mencapai 7,23 persen. Angka itu meningkat dari tingkat NPL pada kuartal sebelumnya yang hanya mencapai 4,72 persen.
Suharman menyebutkan dari angka 7,23 persen itu apabila dirinci pada tiap-tiap bank hasilnya akan berbeda. Tren peningkatan NPL ini mulai terlihat sepanjang tahun 2015 pada kuartal I/2015.
“Secara sektoral NPL terbesar berasal dari sektor pertambangan sebesar 31,92 persen dengan nominal kredit macet sebesar Rp.697 miliar,” sambungnya.
Ia mengharapkan ke depan penyaluran kredit dapat berjalan lancar dan perekonomian pastinya akan membaik.
Lihat juga...