KAMIS, 09 FEBRUARI 2016
Jurnalis : Turmuzi / Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber Foto: Turmuzi
MATARAM — Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi tuan rumah perayaan tahun baru imlek bagi umat Tionghoa se-Indonesia dan akan dipusatkan di Kota Mataram. Hal tersebut disampaikan panitia imlek, Prajadi Agus Winarto usai melakukan pertemuan dengan Gubernur NTB bersama anggota Forum Kerukunan Umat Beragama.
![]() |
| Gubernur NTB melakukan pertemuan dengan panitian perayaan tahun baru imlek bersama anggota FKUB NTB |
“Perayaan tahun baru imlek umat tionghoa akan dilaksanakan di NTB dan akan dipusatkan di Kota Mataram. Dipastikan lebih dari lima ribu tamu dari berbagai daerah dan perwakilan sejumlah negara akan hadir” kata Agus di Mataram, Kamis (04/02/2016).
Ia mengatakan, dijadikannya NTB sebagai pusat dan tuan rumah perayaan tahun baru imlek nasional merupakan yang pertama kalinya dilaksanakan. Penetapan tersebut sesuai hasil rapat koordinasi dengan Konjen Tiongkok di Bali, pada Selasa 19 Januari 2016 lalu
Perayaan bersama Imlek di Kota Mataram sendiri, lanjut Agus akan berlangsung pada 20 Februari 2016, sementara tahun baru Imlek jatuh pada tanggal 8 Februari 2016 dan puncak perayaan bersama tahun baru Imlek 2016 akan dipusatkan di sepanjang Jalan AA Gede Ngurah Cakranegara, Kota. Mataram, yang merupakan wilayah yang didominasi warga Tionghoa.
“Di acara perayaan tahun baru imlek nanti sejumlah kegiatan akan dilaksanakan pada puncak perayaan berupa kegiatan sosial antara lain donor darah dan pembagian bantuan sembako kepada masyarakat,”sebutnya.
Sementara itu, Gubernur NTB, Zainul Majdi menyampaikan apresiasi serta supportnya atas rencana perayaan imlek di Mataram serta berharap semua rangkaian acara dapat berjalan
lancar. Secara khusus, Majdi juga meminta supaya keberagaman kegiatan di masyarakat dapat dijadikan kesempatan untuk mengokohkan kekompakan dan persaudaraan.
“Kegiatan keagamaan, sosial, kemasyarakatan kita muatkan dengan semangat persaudaran agar lebih mempererat persatuan antar seluruh elemen di masyarakat,” pesan Majdi