Masyarakat Pedesaan di Lombok Tengah Keluhkan Pemadaman Listrik

JUMAT, 05 FEBRUARI 2016
Jurnalis : Turmuzi / Editor : ME. Bijo Dirajo /  Sumber Foto: Agus Nurchaliq

LOMBOK — Pemadaman listrik secara bergiliran oleh PLN Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB), tidak saja dikeluhkan pemerintah dan kalangan pengusahan, Namun juga disampaikan oleh masyarakat sampai pedesaan. Hal tersebut dinilai karena seringnya pemadaman membuat aktifitas terganggu. Seperti yang disebutkan oleh salah seorang warga  Desa Banyu Urip, Rahmat.
Beberapa orang petugas sedang memperbaiki aliran listrik [ilustrasi]
“Pemadaman listrik sekarang ini sudah keterlaluan dan tidak bisa ditolerir, yang benar saja, hampir setiap hari pemadaman terjadi dan itu tidak hanya sekali” katanya di  Lombok Tengah, Jumat (05/02/2016)
Rahmat mengatakan, dalam sehari pemadaman bisa terjadi sampai dua kali dan lama waktu pemadaman juga tidak sedikit, bisa sampai berjam – jam. 
“Pemadaman listrik secara bergiliran sebenarnya sudah berlansung sejak lama, tapi kali ini merupakan paling parah,”sebutnya.
Hal serupa juga disampaikan Surti, warga lain. Bahkan menurutnya dengan kondisi listrik yang sering mati, masyarakat benar. – benar dirugikan, banyak aktivitas yang terganggu.
“Tidak tahu sampai kapan pemadaman listrik akan terus berlangsung, dan pemadaman juga seringkali terjadi saat menjelang magrib sampai jam sembilan sampai sepuluh, nanti mati lagi saat subuh tiba, bisa stres kita kalau kondisi listrik begini terus,”keluhnya.
Ia berharap supaya krisis listrik yang terjadi sekarang bisa segera diatasi PLN maupun pemerintah, karena sudah sangat mengganggu.
Sebelumnya PLN Wilayah NTB beralasan, seringnya terjadi pemadaman listrik secara bergiliran di NTB, karena PLTU Jeranjang, Kabupaten Lombok Barat sebagai pembangkit listrik penyuplai terbesar masih dalam perbaikan dan belum semua beroprasi.
Lihat juga...