SENIN, 15 FEBRUARI 2016
Jurnalis: Bobby Andalan / Editor : Gani Khair / Sumber foto: Bobby Andalan
BALI—Sidang lanjutan pembunuhan Engeline dengan terdakwa Margriet Christina Megawe kembali dilanjutkan di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar. Pada sidang dengan agenda pembelaan atau pledoi itu, Margriet membacakan sendiri nota pembelaannya. Margriet memaparkan penderitaan yang dialaminya sejak kasus ini bergulir. Kematian Engeline, kata Margriet, cukup menjadi penderitaan tersendiri bagi dia. Namun ternyata kematian anaknya itu justru menjadi awal petaka bagi penderitaan-penderitaan ia selanjutnya.
![]() |
| Margriet |
Bagi Margriet, kematian anaknya justru menjadi awal bagi penderitaan dia hingga kini. “Kematian anak saya bukan akhir penderitaan saya. Namun, awal mula penderitaan saya dan dimulai kekejian, fitnah dan tuduhan pembunuhan berencana dituntut seumur hidup,” kata Margriet.
Ia berharap persidangan dapat melihat dengan jernih penderitaan yang dialaminya. “Semoga persidangan melihat beruntunnya kekejian yang saya terima. Saya percaya setelah persidangan berjalan dengan baik, hakim merasakan betapa beratnya fitnah yang ditimpakan kepada saya,” ucapnya.
Ia melanjutkan, sejak pemeriksaan, penyidikan hingga persidangan, hati kecilnya menjerit. Ia merasa berat menerima semua kenyataan ini. “Hati saya menjerit, kenapa saya diperlakukan seperti ini Tuhan,” katanya sembari menangis sesenggukan.
Sebabnya, ia telah kehilangan anak lalu dituduh membunuh, ditahan dan didudukkan di kursi pesakitan. “Apa rencanamu Tuhanku kepadaku. Betapa berat. Tapi saya percaya Tuhan adil. Tuhan yang adil akan mengembalikan keadilan berlipat ganda kepada saya,” tegas dia.
Sebagai manusia biasa, Margriet melanjutkan, ia merasa sedih dan terpukul atas peristiwa yang dialaminya. “Masuk tahanan tidak pernah terbayang dalam kehidupan saya. Tidak pernah terbersit sebelumnya. Saya menangis,” ungkapnya.
“Sering timbul tanya dalam hati saya, apa salah saya. Padahal, Agus Tay waktu ditangkap sudah mengakui pembunuhan sadisnya terhadap Engeline. Dari hati terdalam saya percaya Tuhan tidak akan meninggalkan saya, menemani saya di persidangan saya. Saya belajar sabar dan ikhlas,” tutup dia.
BERITA SIDANG KASUS ENGELINE HARI INI
Hari Ini Pembacaan Pledoi oleh Margriet, Polisi Jaga Ketat Sidang Engeline
Ibu Angkat Engeline Menangis Tersedu Saat Bacakan Pledoi
Ibu Angkat Engeline Menangis Tersedu Saat Bacakan Pledoi