Lahan Terbakar di Kalbar pada 2015 Capai Ratusan Ribu Hektar

JUMAT, 05 FEBRUARI 2016
Jurnalis: Aceng Mukaram / Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber foto: Aceng Mukaram

PONTIANAK — Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Barat, TTA Nyarong menyebutkan, sepanjang tahun 2015, luas lahan terbakar di Kalimantan Barat  mencapai ratusan ribu hektar. Diantaranya lahan gambut dan non gambut. 
Hutan terbakar di Kabupaten Kubu Raya tahun 2015
Nyarong menjelaskan, rincian lahan terbakar dan dipadamkan selama tahun 2015 oleh Satgas operasi darat luas lahan terbakar  gambut  berjumlah 74.858 hektar. Non-gambut berjumlah 92.833 hektar.  Luas lahan dipadamkan  tahun 2015 berjumlah 761,4 hektar, dan terpadamkan berjumlah 166.929,6 hektar.
 “Diperlukan tenaga kelompok masyarakat atau relawan di lokasi potensi bencana dibentuk untuk pemadaman awal,” kata Nyarong, di Pontianak, Jumat (05/02/2015).
Menyikapi hal tersebut, pihaknya mulai memetakan potensi kebakaran hutan dan lahan disejumlah wilayah di Kalimantan Barat, serta mengoptimalisasikan penyediaan sarana prasarana pemadaman (baju anti api, sepatu anti api, topi pemadam, dan pompa. 
Selain itu, pembiayaan berupa uang lelah atau uang makan serta bahan bakar minyak juga dipersiapkan. Hal itu dipersiapkan untuk lebih mengoptimalkan dalam pencegahan dan penanggulangan bencana kebakaran hutan.
“Mobilisasi sumber daya Instansi/K/L/ SKPD belum optimal,” kata Nyarong.
Menurut Nyarong, optimalisasi pelaksanaan tertuang dalam Inpres Nomor 16 Tahun 2011 oleh instansi terkait termasuk TNI dan Polri, Protap Mobilisasi sumber daya pengendalian kebakaran hutan dan lahan berdasarkan Peraturan Gubernur 103 Tahun 2009.
Satgas Doa
Nyarong juga mengimbau kepada semua umat beragama untuk melakukan do’a bersama di tempat ibadah masing-masing. Hal itu dilakukan guna lebih fokus dalam melaksanakan kerja di lapangan pada saat memadamkan kebakaran.
“Mengeluarkan surat himbauan kepada masyarakat Kalbar untuk melakukan Shalat Istisqa. Melakukan do’a bersama di Masjid pada khotbah kedua. Seluruh Madrasah dan masyarakat melakukan Shalat Istisqa’ bersama.  Melaksanakan himbauan agar ada kegiatan do’a terus menerus selama bencana asap,” kata Nyarong, penuh berharap.
Nyarong menyebut, sumber APBD Provinsi Kalbar melalui Dana Tidak Terduga Rp 1,5 Milyar  hingga belum bisa direalisasikan. Sumber APBD Kabupaten Ketapang Rp2 Milyar dan Kabupaten Sintang Rp 4 Milyar. 
“Sumber APBN – DSP BNPB Rp 2.578.675.000,” kata Nyarong. 
Lihat juga...