SELASA, 16 FEBRUARI 2016
Jurnalis : Ferry Cahyanti/ Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber Foto: Ferry Cahyanti
BALIKPAPAN — Menyusul penyusutan Waduk Manggar hingga tersisa ketinggian 5,09 meter dan diberlakukannya pendistribusian secara bergantian sejak Senin (15/2/2016), pelanggan atau masyarakat Balikpapan mengandalkan air sumur yang dibeli dari Unit Pelayanan Mobil Tangki (UPMT) milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).
![]() |
| Mobil tangki Pelayanan pelanggan PDAM Balikpapan |
Sejak diberlakukannya pendistribusian air secara bergantian untuk pelanggan atau masyarakat Balikpapan, Unit Pelayanan Mobil Tangki (UPMT) milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Balikpapan mencatat terjadi peningkatan puluhan pelanggan.
Kepala UPMT PDAM Balikpapan, Slamet mengatakan, sejak diberlakukannya pendistribusian bergilir, permintaan air bersih yang bersumber dari sumur meningkat tajam. Hingga siang, sudah lebih dari 50 pelanggan yang mendaftar untuk layanan pembelian antar air menggunakan mobil tangki.
“Pelanggan yang daftar 50 itu baru sampai jam 12.00. Kalo sore nanti bisa ratusan dan pastinya kami juga tetap melayani antar air sampai malam,” katanya saat ditemui Selasa (16/2/2016).
Menurutnya, tingginya masyarakat yang membeli di UPMT ini karena pelanggan tidak memperoleh air untuk konsumsi sehari-hari sebelum penjadwalan diberlakukan. Karena kawasan ditempat pelanggan tinggal merupakan daerah tinggi atau masih belum terlayani oleh PDAM.
“Sebelumnya kalau normal yang membeli hanya sekitar 30-an perhari, itu juga melayani pelanggan yang jauh atau tinggi karena belum menjadi pelanggan PDAM, dan bisa terlayani dalam sehari,” bebernya disela aktivitasnya.
Sementara itu, salah satu pelanggan PDAM Balikpapan, Bambang mengatakan, pelayanan PDAM sungguh memprihatinkan. Sebelum krisis air terjadi, daerah tinggi dan jauh juga dalam pendistribusian air tidak lancar.
“Ditempat saya sudah delapan hari tak ada air dan sudah tidak teralirkan lagi sejak satu minggu. Berharap beli air tandon aja,” ungkapnya saat mendaftar antrian pembelian air.
Bambang mengharapkan dengan kondisi krisis air, pemerintah harus lebih memiliki upaya dan solusi karena hal ini terjadi hampir setiap tahunnya.