Bahtiar, Kuliahkan Sepuluh Anak dari Usaha Pangkas Rambut

SELASA, 16 FEBRUARI 2016
Jurnalis: Aceng Mukaram / Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber foto: Aceng Mukaram

PONTIANAK —  Pukul 9 pagi setiap harinya, Bahtiar, sudah berada disebuah ruangan berukuran kecil, dan sempit. Lelaki berumur 67 tahun ini merupakan tukang cukur rambut sejak puluhan tahun di Jalan Haji Abas, Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat. ketekunan, dan kesabaran tetap dimiliki meski usianya sudah lanjut.
Bahtiar, Tukang pangkas rambut
Ditemui di tempat usahanya, Bahtiar, menceritakan terkait jadi tukang cukur di tempat yang ukurannya sumpek. Sejak pagi, ia berangkat dari rumahnya yang terletak di Jalan Purnama sekitar 7 kilometer ke tempat usahanya di Jalan Haji Abas dengan mengengkol sepeda.
“Sudah 40 tahun saya mencukur rambut orang. Biayanya Rp.20 ribu sekali cukur,” tutur Bahtiar, Selasa (16/2/2016).
Bahtiar yang mengaku memiliki anak 10 itu, bisa bertahan hidup dari usaha pangkas rambut. Dalam sehari, ia bisa mengantongi keuntungan ratusan ribu rupiah. Pelanggannya berasal dari berbagai macam kalangan. Ada, anak kecil, dewasa, polisi, TNI, pejabat, hingga pengusaha. 
“Satu hari Rp.200 ribu keuntungan saya. Itu sudah dipotong biaya listrik, biayan makan. Anak saya dikuliahkan semua,” ucapnya.
Bahtiar mempunyai cara tersendiri untuk memanjakan pelanggannya. Caranya adalah memijit setelah memangkas rambut. Setelah itu, pelanggan dikremas rambut dengan batu es.
Hingga saat ini Bahtiar tetap bertahan dengan usaha pangkas rambut tradisional itu. Walaupun banyak sekali salon modern, namun ia tetap yakin dengan usaha lamanya. Tak pernah berubah melayani pelanggannya.
Bahtiar awalnya, meminjam uang pada keluarganya untuk memulai usaha, dalam satu bulan, pinjaman berhasil dikembalikan. Awalnya, keluarganya tak yakin bawah usahanya akan berjalan mulus. Akan tetapi, berkat keuletannya, ia yakin akan membuahkan hasil. 
Lihat juga...