![]() |
| Zainuddin |
Kerajinan berbentuk kapal sudah sangat banyak dijumpai, tetapi kebanyakan menggunakan bahan kayu, sedangkan kerajinan kapal karya Zainuddin terbuat dari barang bekas, yaitu koran. Zainuddin tidak sendiri, ia dibantu salah satu anaknya untuk menggeluti kerajinan kapal bandong yang sudah ia geluti selama hampir 20 tahun.

.Semula, Zainuddin hanya ingin melestarikan kapal bandong, tetapi ternyata karyanya mendapatkan respon luar biasa dari masyarakat. Ide membuat kapal bandong berbahan kertas koran tersebut justru memberikan penghasilan yang bisa dibilang besar. Omzet per bulan minimal 20 juta.
“Diluar dugaan, hasil dari kerajinan kapal bandong ini mampu memberikan penghasilan besar sehingga saya mampu menyekolahkan anak-anak saya hingga perguruan tinggi,” jelas ayah dari delapan orang anak ini.
Selain (ternyata) menghasilkan pendapatan yang besar, Zainuddin juga tidak menyangka bahwa karyanya juga diterima dan digemari oleh warga Malaysia dan Brunei Darussalam.

Sebuah ide sederhana yang semula hanya bertujuan untuk melestarikan kapal bandong yang terbuat dari barang bekas yang terjangkau dan mudah didapat, kini berubah jadi sebuah bisnis kerajinan yang sangat menjanjikan. Kerajinan yang ia jual dengan harga 150 ribu ini pun semakin hari semakin bertambah peminatnya.
Harapan Zainuddin, melalui kerajinan yang ia buat, kaum muda bisa mengenal-mengerti bahwa Kalimantan Barat pernah memiliki alat transportasi yang membanggakan yaitu kapal bandong yang kini bisa dimiliki replikanya dengan harga 150 ribu.
![]() |
| Aceng Mukaram Jurnalis Cendana News Wilayah Kalimantan Barat |
