RABU, 17 FEBRUARI 2016
Jurnalis : Henk Widi / Editor : ME. Bijo Dirajo/ Foto: Henk Widi
LAMPUNG — Maraknya pencurian sarang burung walet membuat warga Desa Titiwangi meningkatkan pengamanan melalui Siskamling. Selasa malam (16/2) sebuah yang bermuatan 4 orang dengan gerak-gerik mencurigakan di kepung warga hingga terjadi penangkapan dan pembakaran mobil.
![]() |
| Mobil yang dibakar warga |
Seorang saksi mata yang juga warga Titiwangi, Anto (30) menyebutkan, warga yang tengah melakukan kegiatan Siskamling mencurigai sebuah kendaraan dengan nomor polisi BE 2867 NB yang menurunkan empat orang.
“Mereka sempat makan nasi goreng pasar Candripuro, setelah melihat gerak gerik rekan lainnya yang mecurigakan warga selanjutnya melakukan pengepungan,”ungkap Anto, Rabu (17/2/2016).
Setelah dilakukan pengepungan kedua orang yang hendak makan tersebut masuk ke dalam mobil dan langsung tancap gas menuju ke jalan arah Kecamatan Jabung, Lampung Timur. Warga lain yang mengejar menggunakan kendaraan bermotor akhirnya bisa mengejar setelah mobil masuk ke dalam area persawahan di Desa Beringin Kencana.
“Ketika kendaraan sudah masuk ke sawah akhirnya kedua orang yang ada di mobil langsung kabur dan dilakukan pengejaran dibantu anggota kepolisian, namun warga yang kesal kemudian membakar kendaraan yang masuk ke area persawahan tersebut,”ungkap Anto.
Kedua pelaku terduga sepesialis pencurian pencurian sarang burung walet tersebut akhirnya berrhasil diamankan jajaran Polsek Candipuro, Rabu (17/2/). Kedua terduga pelaku diantaranya AP (26) dan S (31) warga Labuhanratu, Way Jepara, Lampung Timur. Sementara pelaku lain yang berhasil melarikan diri masih dalam pengejaran pihak kepolisian.
Warga mengaku aksi pencurian sarang burung walet akhir akhir ini marak terjadi akibat sarang burung walet tersebut umumnya bukan milik warga sekitar.
“Sebagian memang milik warga desa di Kecamatan Candipuro namun sebagian lagi milik pemodal besar yang hanya dijaga oleh warga sini dan kerap menjadi incaran pencuri spesialis sarang walet,”ungkap warga lain, Sodikin.
Pantauan Cendana News, beberapa wilayah yang menjadi lokasi berdirinya sarang walet selain di Kecamatan Candipuro diantaranya Kecamatan Sidomulyo. Selain sudah dipagar dengan cukup tinggi dan menggunakan jasa pengamanan serat dipasang kamera pengawas namun beberapa pemilik mengaku masih menjadi korban pencurian.
Selain lokasi sarang walet yang jauh dari perkampungan sebagian di area persawahan, beberapa pelaku pencurian sarang walet menurut Sodikin dilakukan dengan rapi dan menggunakan kendaraan sehingga aktifitas pencurian dapat segera cepat melarikan diri saat ketahuan.Pelaku sebagian sudah mengetahui seluk beluk rumah walet yang akan diincar dengan melakukan pemantauan pada siang hari dan melakukan aksi pada malam hari.