RABU, 17 FEBRUARI 2016
Jurnalis : Turmuzi / Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber Foto: Turmuzi
MATARAM — Pasca penembakan dua orang warga terduga teroris, di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) aparat kepolisian daerah Polda) bersama Polres terus meningkatkan pengamanan dan penjagaan, terutama di tempat kejadian perkara.
![]() |
| Kapolda Nusa Tenggara Barat (NTB), Umar Septono |
“Sampai sekarang, pengamanan di lokasi penembakan terus dilakukan bahkan akan ditingkatkan, mengantisipasi hal – hal tidak diinginkan pasca penembakan dua orang terduga teroris oleh Densus 88,”kata Kapolda NTB, Umar Septono di Mataram, Rabu (17/2/2016).
Disebutkan, polisi juga memperketat penjagaan di sejumlah pelabuhan yang terdapat di NTB, termasuk di Lombok Internasional Airpot (LIA) sebagai jalur dan lalulintas dan pintu keberangkatan masyarakat.
Dikatakan, razia juga menjadi salah satu bagian operasi yang dilakukan Polda NTB untuk mencegah dan mendeteksi adanya kemungkinan pelaku teroris lain yang bisa saja masuk menyusup ke NTB, khususnya Kabupaten Bima, Kota Bima dan Kabupaten Dompu yang kerap menjadi daerah transit.
“Yang jelas pengamanan sampai sekarang masih terus dilakukan, peran serta masyarakat juga diharapkan, kalau ada temuan orang atau kelompok mencurigakan, supaya segera melaporkan ke aparat kepolisian, itu semua demi keamanan dan kenyamanan bersama,”katanya.
Sebelumnya, Senìn 15 Febaruari 2016 pkl 07.30 WITA, Densus 88 dibantu anggota Brimob dan Polres Kota Bima melakukan penggebregan dan penembakan terhadap dua terduga teroris. Dalam penggerebegan tersebut salah satu terduga teroris, tertembak mati dan langsung di terbangkan menggunakan pesawat ke Jakarta, sementara satunya di amankan di Mako Brimob Bima.