Kedai Inspiratif, Tempat Berbagi Ilmu Sambil Menikmati Kopi

MINGGU, 28 FEBRUARI 2016
Jurnalis: M. Fahrul / Editor: ME. Bijo Dirajo / Sumber foto: M. Fahrul

SUMENEP — Kedai kopi biasanya identik dengan tempat orang berkumpul untuk menghilangkan jenuh setelah selesai melakukan aktifitas, namun di tempat ngopi yang satu ini sangat berbeda, selain dapat menikmati kopi, mereka yang datang juga disuguhi berbagai pengetahuan dengan disediakan perpustakaan mini, sehingga pengunjung bisa membaca buku untuk menambah wawasan.
Membaca buku sambil menikmati kopi
Tempat ngopi yang hanya berukuran panjang 6 meter dan lebar 3 meter bukan di wilayah perkotaan, namun ia terletak di pedesaan tepatnya di Desa Ambunten Timur, Kecamatan Ambunten, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Kedai yang digagas oleh sejumlah pemuda tersebut tidak hanya mencari keuntungan semata, tetapi juga dapat memberikan pengetahuan serta wawasan bagi pengunjung dengan menyediakan perpustakaan mini.
“Ya meskipun buku yang kami sediakan masih sedikit, minimal orang yang ngopi ke tempat ini bisa menambah wawasan dan pengetahuan dari buku yang ada,” terang Ismail pemilik Kedai Estoh, Minggu (28/2/2016).
Menurutnya, keinginan untuk membuat kedai kopi berawal dari keinginan untuk memiliki usaha bersama temannya yang jebolan sarjana, sehingga ketika usahanya telah terbentuk muncul keinginan untuk memberikan wawasan dengan menambah perpustakaan mini, sebab pada umumnya para pengunjung mayoritas masyarakat pedesaan yang masih membutuhkan tambahan wawasan serta pengetahuan.
“Jadi ditempat ini mereka bisa saling berbagi pengetahuan, sebab kebanyakan pengunjung sama-sama mahasiswa yang tinggal di desa,” katanya.
Memang sepintas orang-orang yang suka nongkrong di kedai tersebut seperti orang kurang kerjaan, tetapi dibalik itu sebenarnya ditempat itu bukan hanya sekedar menyajikan kopi saja, tetapi juga memberikan keleluasaan menggunakan tempat itu untuk kegiatan yang sifatnya menambah pengetahuan, agar kedai kopi itu dapat bermanfaat bagi orang banyak.
“Kami tidak menyewakan tempat ini bagi orang yang ingin menggunakan, yang penting untuk kegiatan yang bermanfaat bagi orang banyak,” papar Ismail saat ditemui Cendana News.
Kedai kopi Estoh juga menjadi tempat mempererat tali silaturahmi antar sesama, sehingga tempat tersebut seringkali digunakan sebagai tempat kegiatan kecil kecilan, seperti diskusi para mahasiswa yang berasal dari wilayah kecamatan tersebut. Sehingga tempat ngopi itu melayani pengunjung selama 24 jam.
Sedangkan untuk keuntungan dari menjual kopi tidak begitu besar, namun yang terpenting ditempat itu banyak memberikan manfaat kepada masyarakat dalam memperluas wawasan beserta pengetahuan agar masyarakat yang ada di desa tidak ketinggalan informasi.
Mereka berharap dengan minimnya buku yang ada di kedai tersebut dapat menjadi perhatian semua pihak, agar bisa memberikan bantuan buku pengetahuan, sehingga mampu memberikan kepuasan para pembaca sesuai yang diinginkan.
Suasana kedai kopi yang menjadi tempat berbagi ilmu para mahasiswa dan pelajar yang tinggal di pedesaan.
MINGGU, 28 FEBRUARI 2016
Jurnalis : Fahrul
Lihat juga...