Fokus Sosialisasi, BLH Kendari Belum Terapkan Kantong Berbayar

MINGGU, 28 FEBRUARI 2016
Jurnalis : Rustam / Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber Foto: Rustam 

KENDARI — Meski beberapa daerah di Indonesia sudah mulai menerapkan program nasional kantong plastik berbayar di pusat-pusat perbelanjaan, namun, Kota Kendari saat ini masih fokus pada sosialisasi. Hal tersebut dilakukan agar tidak mengagetkan masyarakat.
Kepala BLH Kota Kendari, Rusnani
“BLH Kendari masih mensosialisasikan kantong plastik  berbayar, sehingga saat diterapkan biaya maka masyarakat tidak kaget lagi,” kataKepala BLH Kota Kendari, Rusnani, Minggu (28/2/2016). 
Disebutkan, tempat sosialisasi diantaranya, supermarket, minimarket dan di pasar-pasar yang terdapat di Kota Kendari. Sementara  nilai yang harus dibayar masyarakat mengenai kantong plastik berbayar, Pemerintah Kota Kendari belum menentukannya.
Dari 22 kota di Indonesia yang akan menerapkan kantong plastik berbayar, setiap kota berbeda-beda nilai yang harus dibayar. Misalnya saja di Kota Jakarta, masyarakat dikenakan Rp 5.000, di Kota Surabaya Rp 1.500, di Kota Ambon Rp 5.000. Di Kota Makassar Rp 4.500, Kota Balikpapan Rp 1.500.
.
Bila melihat surat edaran Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI Nomor S.1230/PSLB3-P5/2016 tanggal 17 Februari 2016, tentang harga dan mekanisme penerapan kantong plastik berbayar, maka ini akan menimbulkan masalah khusus bagi konsumen. Sebab KLHK RI menentukan hanya Rp 200 untuk masa uji coba 3 bulan. Sementara pemerintah kota menerapkan biaya jauh lebih tinggi, mencapai angka ribuan rupiah.
“Pemerintah Kota Kendari sendiri masih lakukan sosialisasi sambil mempelajari situasi dan melihat penerapan uji coba kantong plastik berbayar di kota-kota lain di Indonesia,” jelas mantan Kadis PU Kota Kendari ini. Kantong plastik berbayar akan diterapkan secara resmi pemerintah, dalam rangka menekan meningkatnya sampah kantong plastik.
Lihat juga...