Jumlah Armada Bus Trans Jakarta Ditambah, Namun Penumpangnya Tetap Membludak

RABU, 3 FEBRUARI 2016
Jurnalis : Eko Sulestyono / Editor: Gani Khair / Sumber foto: Eko Sulestyono

MEGAPOLITAN—Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta bekerja sama dengan PT. Trans Jakarta sebagai operator yang mengelola operasional Bus Trans Jakarta terus berupaya menambah jumlah armada dan memperluas area jangkauan demi meningkatkan pelayanan kepada warga masyarakat Ibukota Jakarta.


Bahkan pada awal bulan Januari 2016 yang lalu, Gubernur DKI Jakarta yang akrab dipanggil Ahok telah merombak jajaran manajemen dan memberhentikan Direktur PT. Trans Jakarta yang lama Antonius Kosasih, dan menunjuk Budi Kaliwono, mantan Direktur PT. Citra Mahardika Tbk (Cipaganti) sebagai Direktur  PT. Trans Jakarta yang baru.
Salah satu program utama Budi Kaliwono sebagai Direktur PT. Trans Jakarta yang baru adalah berupaya untuk terus menambah jumlah armada Bus Trans Jakarta dan mengajak beberapa perusahaan operator bus angkutan umum lainnya untuk bergabung dalam pengeloaan satu sistem manajemen.
Beberapa perusahaan operator bus yang sudah bergabung dan bekerja sama dengan PT. Trans Jakarta antara lain adalah PT. Kopaja, PT. Trans Jabodetabek dan PT. Angkutan Perkotaan Terintegrasi Busway (APTB).
Setiap bulan jumlah armada Bus Trans Jakarta terus ditambah dan diperbanyak, hingga saat ini jumlah bus secara keseluruhan diperkirakan lebih dari 1.000 unit. Selain itu bus lama yang sudah tak laik jalan juga telah diistirahatkan dan diganti dengan armada bus yang 100 % baru.
Namun meski jumlah armada bus ditambah dan rute jangkauan diperluas, ternyata hal tersebut belum sebanding dengan kemampuan dan kapasitas daya angkut penumpang yang semakin lama jumlahnya juga bertambah banyak.
Pantauan Cendana News hari ini, Selasa (02/02/2016) saat petang menjelang malam, Bus Trans Jakarta dari Terminal Lebak Bulus, Jakarta Selatan dengan tujuan akhir Halte Harmoni, Jakarta Pusat, penumpangnya tetap membludak dan sebagian besar terpaksa harus berdiri karena tidak mendapatkan tempat duduk.
Jumlah ketersediaan tempat duduk untuk bus jenis gandeng atau double deck Rata-rata hanya sekitar 40 orang, namun menurut perkiraan Cendana News, jumlah penumpang yang naik bus malam ini sekitar 80 penumpang, atau dua kali lipatnya.
Jumlah penumpang bus yang membludak tersebut jelas diluar kemampuan kapasitas daya angkut yang telah ditentukan dan tidak sesuai dengan peraturan batas jumlah penumpang. Hal ini tentu saja membuat para penumpang merasa tidak nyaman dan keamanan penumpang juga tidak terjamin dengan baik.
Suryo, seorang supervisor PT. Trans Jakarta ketika berbincang-bincang selama dalam perjalanan naik bus mengatakan “Sesuai dengan arahan pimpinan dan jajaran direksi PT. Trans Jakarta, kita telah berupaya semaksimal mungkin terus menambah jumlah dan ketersediaan armada bus, termasuk menggandeng beberapa operator bus lainnya untuk bergabung dalam satu manajemen PT. Trans Jakarta” terangnya kepada Cendana News malam ini.
Suryo menambahkan, namun di sisi lain, jumlah penumpang bus semakin lama juga terus bertambah banyak, sehingga pada jam-jam sibuk, seperti saat berangkat kerja di pagi hari dan saat pulang kerja di sore hari, armada bus yang ada berapapun jumlahnya tetap tidak akan mampu menandingi jumlah volume penumpang yang membludak, contohnya seperti sekarang ini, pungkasnya kepada Cendana News.
Lihat juga...