Ibu Angkat Engeline Menangis Tersedu Saat Bacakan Pledoi

SENIN, 15 FEBRUARI 2016
Jurnalis: Bobby Andalan / Editor: Gani Khair / Sumber foto: Bobby Andalan

BALI—Sidang lanjutan kasus pembunuhan Engeline kembali dilanjutkan di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar siang ini. Sidang dengan terdakwa Margriet Christina Megawe itu memasuki materi pembelaan atau pledoi. Mengenakan blazer berwarna merah muda dengan dalaman putih dan celana hitam, Margriet terlihat tenang menghadapi persidangan. Begitu diberikan kesempatan untuk menyampaikan pembelaannya, Margriet membacakan sendiri pembelaan atas kasus yang tengah membelitnya.


Sembari duduk di kursi pesakitan, sekira 15 menit Margriet membacakan pembelaannya. Sejak mulai membaca hingga mengakhiri pembelaannya, ibu angkat Engeline itu terus menangis sesenggukan.
Memulai pembacaan pembelaannya, Margriet menilai apa yang menimpanya dalam kasus pembunuhan Engeline merupakan proses yang amat panjang dan menyakitkannya. “Dan sebelumnya, sama sekali tidak pernah terpikir oleh saya akan mengalami seperti ini. Ini terjadi di luar dugaan saya dan amat meyakitkan. Ini fitnah keji dan menyakitkan,” kata Margriet.
Ia mengaku tak menduga akan duduk di kursi pesakitan untuk proses persidangan dengan perkara yang menurutnya tidak pernah ia lakukan. “Yaitu pembunuhan dan penelantaran dan tragisnya terhadap anak saya sendiri,” ucapnya. Ia melanjutkan, betapapun dunia membedakan Engeline sebagai anak angkatnya, namun Margriet mengaku sama sekali tak pernah membedakan Engeline dengan anak kandungnya sendiri, Yvonne Caroline Megawe dan Christine Telly Megawe.
“Dia (Engeline) saya besarkan dengan segenap hati saya dan kasih sayang penuh di usia saya yang mendekati senja. Sesakit apapun, saya tetap berkeyakinan bahwa keadilan akan saya terima di persidangan yang mulia ini,” ucap Margriet.
BERITA SIDANG KASUS ENGELINE HARI INI

Lihat juga...