JUMAT, 05 FEBRUARI 2016
Jurnalis : Adista Pattisahusiwa / Editor : ME. Bijo Dirajo / Sumber Foto: Adista Pattisahusiwa
JAKARTA — Menjelang Hari Ulang Tahun yang jatuh pada 6 Februari, Partai Gerindra yang ditinggal oleh PAN, Golkar, dan PPP dari Koalisi Merah Putih (KMP) tetap memegang sikap sebagai oposisi. Hal tersebut diwujudkan dalam perannya menyikapi isu nasional terutama menyangkut kepentingan rakyat.
![]() |
| Ketua Komisi IV DPR RI, Eddy Prabowo |
“Wujud konsistensi dan kesetiaan itu tercermin dari sikap dan pandangan gerindra dalam menyikapi isu isu nasional,” Ujar Ketua Komisi IV DPR RI, Eddy Prabowo di Kompleks, Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (05/02/2016).
Dikatakannya, Fraksi Partai Gerindra, akan selalu menempatkan diri sebagai garda terdepan dalam menolak setiap kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat, seperti kebijakan pemerintah yang serba impor. Dia menilai, Meskipun kita menyandang sebutan sebagai negara yang kaya dan subur, kita justru mengalami krisis pangan.
“Kebutuhan pokok justru menggantungkan pemenuhannya dari import antara lain, sapi, beras, gula bahkan garam sekalipun,” paparnya
Edy menyebut pemerintah bisa lebih serius berpihak pada rakyat, dengan membuat kebijakan kebijakan yang bisa menjadikan masyarakat NKRI sejahtera. Bukan menyebabkan perekonomian yang tidak menentu, dimana daya beli masyarakat menurun, harga kebutuhan pokok terus melonjak.
“Kami mendorong pemerintah agar bisa lebih aktif bekerja memberantas pelaku pelaku Kartel, supaya persaingan usaha menjadi sehat dan masyarakat juga tidak terbebani dengan harga pangan yang tinggi,” tutur edy.