JUMAT, 5 FEBRUARI 2016
Jurnalis: Ebed De Rosary / Editor: Gani Khair / Sumber berita: Ebed De Rosary
MAUMERE—Hujan yang mengguyur Kabupaten Sikka seminggu terakhir sejak Sabtu (31/1/2016) menyebabkan ratusan hektar areal persawahan di Desa Done, Reroroja, Magepanda, Kolisia A dan Kolisia B di Kecamatan Magepanda tergenang banjir. Padi yang baru berumur dua minggu terbawa banjir dan areal persawahan dipenuhi tanah dan pasir. Akibat kejadian ini ratusan hektar sawah terancam gagal panen.
![]() |
| Karung plastik berisi tanah dan pasir yang ditimbun untuk mencegah banjir meluap ke areal sawah |
Hal ini disampaikan Yohanes Don Bosco Setu kepada Cendana News yang menemuinya di lokasi sawahnya yang terendam banjir, Jumat (5/2/2016). Dikatakan Yohanes,saat hujan lebat debit air dari kali dan melewati saluran sangat besar dan tidak tertampung di saluran. Akibatnya air yang mengalir deras tersebut meluap ke areal persawahan dan merusak tanaman padi.
“Airnya sangat deras sekali dan membawa ranting pohon,tanah dan pasir sehingga membuat tanaman padi rusak semua,”ujar warga Dusun Ladubewa RT 09 RW 04 Desa Done.
Para petani sebut Yohanes sudah berulang kali menyampaikan ke ketua kelompok tani dan dinas Pertanian dan Dinas Pekerjaan Umum agar saluran air yang mengalir di areal persawahan diperlebar dan ditinggikan namun permintaan petani tidak dgubris. Setiap tahun bebernya dinas terkait serta Petugas Penyuluh Lapangan selalu turun cek dan melihat langsung kondisi saluran namun tidak pernah ada tindak lanjut soal keluhan warga.
![]() |
| Yohanes Don Bosco dan lahan sawahnya yang rusak diterjang banjir |
“Kami sudah sering kali meminta agar Dinas PU dan Pertanian agar saluran diperlebar dan lebih tinggi sebab jalur air dari gunung melewati saluran.Tapi mereka cuma datang melihat saja,tidak ada perbaikan jadi kamicuma bisa pasrah saja,”tutur Yohanes menahan amarah.
Hal senada juga disampaikan Martinus Malek warga Desa Magepanda RT 013 RW 04 Desa Magepanda yang ditemui Cendana News saat sedang mencangkul sawahnya kembali di hari yang sama. Dikatakan Martinus akibat kerusakan tanaman padi di lahan sawah miliknya seluas satu hektar dirinya bisa mengalami kerugian 5 juta rupiah akibat gagal panen.
Martinus menerangkan,awalnya hujan lebat dan air dari gunung melewati saluran dan meluap masuk ke areal persawahan.Saluran irigasi yang ada lanjut Martinus kurang tinggi dan lebar dan sejak awal dibangun petani sudah menyampaikan ke kontraktor yang mengerjakan namun tidak ditanggai. Setiap tahun ungkap Martinus,pasti kejadian seperti ini selalu terulang dan padi yang baru ditanam sering terendam lumpur,tanah serta terbawa banjir.
“Padi terendam banjir semua dan tidak bisa dipertahankan lagi jadi kami harus cangkul atau bajak dan tanam ulang,”tutur Martinus.
Semenjak kejadian sebut Martinus belum ada petugas PPL maupun aparat pemerintah dari dinas Pertaniasn dan Perkebunan yang datang ke lokasi dan melihat kerusakan yang dialami petani. Kerusakan ini hampir setiap tahun dialmi petani namun pemerintah tidak juga merespon permintaan petani terkait perbaikan saluran air di areal persawahan.
“Kami ada ketua kelompok tani dan petugas bendungan serta pemantau irigasi.Tidak etis kalau kami sampaikan langsung ke dinas,”kata Martinus.
Kemungkinan para petugas tersebut sibuk, sindir Martinus karena lahan sawah mereka juga mengalami kerusakan sehingga belum ada waktu menyampaikan keluhan petani. Tapi kejadian ini sambungnya selalu dialami petani hampir setiap tahun. Martinus berharap, mungkin dengan kedatangan wartawan pemerintah bisa mendengarkan keluhan masyarakat kecil.
Disaksikan Cendana News hampir semua areal persawahan di Desa Magepanda dan Done terendam banjir. Para petani saat disambangi tengah mencangkul dan membajak kembali sawahnya yang tertimbun lumpur.Beberapa petani mencangkul tanah dan pasir di dalam petak-petak sawah untuk dimasukan ke dalam karung.
Karung-karung plastik berisi tanah dan pasir ini diletakan di atas saluran untuk membendung air agar tidak meluap ke sawah milik petani yang berada di pinggir saluran. Kayu dan ranting pohon masih tergeletak di pinggir saluran dan sebagian lagi sudah dibersihkan. Beberapa pematang sawah di pinggir saluran jebol dan air meluap masuk ke petak-petak sawah di sebelahnya.
